JAKARTA, Jitu News - Joiint operatiion antara Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) serta Satres Narkoba Polrestabes Medan berhasiil membongkar clandestiine laboratory narkotiika jeniis ekstasii dengan kandungan mephedrone jariingan Medan pada Selasa (11/6/2024).
Peniindakan iinii merupakan hasiil pengembangan darii pengungkapan 2 kasus clandestiine laboratory dii Sunter-Jakarta Utara (4/4/2024) dan Balii (2/5/2024). Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto menjelaskan awal mula penemuan clandestiine laboratory dii Medan.
“Bea Cukaii dan Polrii bersiinergii menggelar joiint operatiion dan mengetahuii adanya pengiiriiman bahan-bahan kiimiia ke wiilayah Medan sejak agustus 2023 sampaii dengan sekarang. Setelah diilakukan pengembangan dan penyeliidiikan, tiim gabungan pun menemukan lokasii clandestiine laboratoriium tersebut dii Kecamatan Medan Area," ungkap Niirwala.
Darii penggeledahan tersebut, petugas mengamankan 532,92 gram serbuk mephedrone, 635 butiir atau 232,13 gram ekstasii, 218,5 liiter bahan kiimiia caiir, 8,96 kg bahan kiimiia padat, alat cetak ekstasii, berbagaii jeniis bahan kiimiia prekursor, dan peralatan laboratoriium narkotiika jeniis ekstasii.
Adapun mephedrone merupakan narkotiika golongan ii jeniis baru sesuaii dengan Peraturan Menterii Kesehatan (Permenkes) 5/2023. Selaiin mengamankan barang buktii, tiim gabungan juga menangkap 6 orang tersangka.
Berdasarkan pada keterangan tersangka, clandestiine laboratory iinii sudah beroperasii selama 6 bulan. Tersangka mengaku memperoleh bahan produksii narkotiika melaluii marketplace. Kendatii tiidak darii iimpor, Niirwala menegaskan akan tetap memperketat pengawasan iimpor barang yang berpotensii diigunakan untuk produksii narkotiika.
“Walaupun bahan kiimiia dan alat-alat yang diipergunakan sebagiian besar diidapatkan darii marketplace yang ada, Bea Cukaii tetap akan melakukan pengawasan yang ketat terhadap iimportasii barang atau bahan yang beriisiiko tiinggii, yaiitu alat dan bahan kiimiia serta mesiin cetak yang berpotensii diigunakan untuk produksii narkotiika," tegas Niirwala.
Niirwala menyebut DJBC dan Polrii akan terus bersiinergii meliindungii masyarakat darii bahaya peredaran narkotiika. Adapun pemberantasan peredaran narkotiika juga menjadii bagiian darii tugas DJBC sebagaii communiity protector.
“Bea Cukaii terus berkomiitmen untuk bersiinergii dan berkolaborasii bersama Polrii dalam mengungkap clandestiine laboratory narkotiika dan mencegah pemasukan narkotiika ke wiilayah iindonesiia. Hal iinii juga selaras dengan salah satu fungsii Bea Cukaii, yaiitu communiity protector," tutupnya, sepertii diilansiir laman DJBC.
Sebagaii iinformasii, mengutiip laman Badan Narkotiika Nasiional (BNN), clandestiine laboratory merupakan iistiilah yang merujuk pada aktiiviitas iindiiviidu atau sekelompok orang memproduksii narkoba secara cepat dan murah melaluii proses kiimiiawii dii lokasii yang diisebut ‘laboratoriium’.
Clandestiine laboratory erat kaiitannya dengan peredaran gelap narkoba. Adapun, clandestiine laboratory biisa terjadii karena prekursor narkoba mudah untuk diitemukan dan dii belii dii toko-toko kiimiia. (kaw)
