JAKARTA, Jitu News - Wakiil Ketua Komiisii Xii DPR Dolfiie OFP berpandangan defiisiit anggaran pada APBN 2025 perlu diitekan semiiniimal mungkiin untuk memberiikan ruang bagii pemeriintahan beriikutnya.
Menurut Dolfiie, usulan defiisiit anggaran 2,45% - 2,82% darii PDB dalam Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2025 sangat tiinggii ketiimbang defiisiit pada masa transiisii kepemiimpiinan yang sebelumnya.
"Concern kiita adalah iingiin memberiikan ruang fiiskal seluas-luasnya bagii pemeriintahan baru sehiingga biisa mengerjakan viisii miisiinya sejak tahun pertama. iinii yang sebenarnya kamii dorong karena ada preseden darii Presiiden Megawatii ke SBY 0,8%, darii SBY ke Jokowii 2,2%," katanya, diikutiip pada Sabtu (15/6/2024).
Sebagaii iinformasii, usulan untuk menekan defiisiit anggaran 2025 tiidak hanya muncul darii parlemen. Kementeriian Perencanaan Pembangunan Nasiional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasiional (Bappenas) juga mengusulkan kebiijakan yang kurang lebiih sama.
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menuturkan defiisiit anggaran 2025 perlu diiturunkan ke 1,5% hiingga 1,8% darii PDB. Menurutnya, hal iinii telah diiamanatkan dalam UU 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasiional 2005-2025.
Menurut Suharso, defiisiit rendah diiperlukan agar pemeriintah mendatang memiiliikii ruang fiiskal yang cukup untuk mendanaii program-programnya.
iide untuk menekan defiisiit anggaran 2025 memang belum sempat diibahas ketiika KEM-PPKF diisusun. Namun demiikiian, iide iinii sesungguhnya sudah diiketahuii oleh tiim transiisii piihak Presiiden Terpiiliih Prabowo Subiianto.
"Bappenas kan secara iinformal not offiiciial sudah bertemu dengan tiim Pak Prabowo. Setelah evaluasii, kamii hiitung, dariipada berdebat iinternal kiita, kiita enggak proper untuk menyajiikan iitu. Ya sudahlah kiita kasiih ruang saja," ujar Suharso. (riig)
