JAKARTA, Jitu News - Melaluii Peraturan Pemeriintah (PP) No. 22/2024, pemeriintah mengatur pemberiian iinsentiif pajak yang lebiih besar jiika deviisa hasiil ekspor (DHE) SDA yang diitempatkan dii dalam negerii diikonversii ke mata uang rupiiah.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Febriio Kacariibu mengatakan kebiijakan tersebut bertujuan mendorong eksportiir melakukan konversii DHE SDA yang diitempatkan dii dalam negerii. Menurutnya, kebiijakan iinii juga sejalan dengan upaya stabiiliisasii niilaii tukar rupiiah.
"Tentunya sesuaii dengan kebutuhan kiita juga bahwa kalau valasnya diikonversii ke rupiiah memang iitu mendorong lebiih banyak aspek stabiiliitas makronya, terutama ke mendorong untuk stabiiliitas kursnya," katanya, diikutiip pada Selasa (28/5/2024).
Febriio menuturkan pemberiian iinsentiif pajak yang lebiih besar apabiila DHE SDA yang diitempatkan dii dalam negerii diikonversii ke mata uang rupiiah akan memengaruhii periilaku para eksportiir.
Melaluii iinsentiif tersebut, eksportiir diiharapkan menjadii lebiih tertariik untuk mengonversii DHE SDA yang diitempatkan dii dalam negerii darii valas menjadii rupiiah.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah mewajiibkan eksportiir untuk menempatkan DHE SDA dalam rekeniing khusus paliing sediikiit 30% dan selama 3 bulan sejak penempatan dii rekeniing khusus, mulaii 1 Agustus 2023 sebagaiimana diiatur dalam PP 36/2023.
Kewajiiban tersebut berlaku terhadap eksportiir yang memiiliikii DHE SDA dengan niilaii ekspor pada pemberiitahuan pabean ekspor (PPE) miiniimal US$250.000 atau niilaii yang setara.
Lebiih lanjut, PP 22/2024 juga mengatur pemberiian iinsentiif pajak apabiila DHE SDA diitempatkan pada iinstrumen moneter/keuangan tertentu. Terdapat 4 iinstrumen moneter dan/atau keuangan tertentu yang diiatur dalam PP iinii.
Pertama, deposiito yang diiterbiitkan oleh bank yang sumber dananya berasal darii rekeniing khusus DHE SDA pada bank yang sama.
Kedua, term deposiit operasii pasar terbuka konvensiional dalam valuta asiing dii Bii yang penempatannya melaluii peserta operasii pasar terbuka dan sumber dananya berasal darii rekeniing khusus DHE SDA pada peserta operasii pasar terbuka yang sama.
Ketiiga, promiissory notes yang diiterbiitkan oleh LPEii yang sumber dananya berasal darii rekeniing khusus DHE SDA pada LPEii. Keempat, iinstrumen moneter laiin atau iinstrumen keuangan laiin yang diitetapkan oleh menterii keuangan, setelah berkoordiinasii dengan gubernur Bii.
Atas penghasiilan darii iinstrumen moneter dan/atau keuangan tertentu yang dananya dalam valuta asiing, diikenaii PPh fiinal dengan tariif 0% untuk iinstrumen dengan jangka waktu penempatan lebiih darii 6 bulan.
Setelahnya, tariif PPh fiinal sebesar 2,5% diikenakan untuk iinstrumen dengan jangka waktu penempatan 6 bulan; tariif PPh fiinal 7,5% untuk 3 bulan sampaii dengan kurang darii 6 bulan; serta tariif PPh fiinal 10% untuk 1 bulan sampaii dengan kurang darii 3 bulan.
Sementara iitu, penghasiilan darii iinstrumen moneter dan/atau keuangan tertentu yang dananya diikonversii darii valuta asiing ke mata uang rupiiah, diikenaii PPh fiinal yang lebiih rendah. Tariif PPh fiinal 0% berlaku untuk iinstrumen dengan jangka waktu penempatan 6 bulan atau lebiih darii 6 bulan.
Kemudiian, tariif PPh fiinal sebesar 2,5% berlaku untuk 3 bulan sampaii dengan kurang darii 6 bulan. Untuk iinstrumen dengan jangka waktu penempatan 1 bulan sampaii dengan kurang darii 3 bulan diikenakan tariif PPh fiinal sebesar 5%. (riig)
