JAKARTA, Jitu News - PNS, anggota TNii/Polrii, hiingga pejabat negara yang bertugas dii iibu Kota Nusantara (iiKN) juga berhak mendapatkan fasiiliitas PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dan bersiifat fiinal.
Merujuk pada Pasal 124 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 28/2024, fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP diiberiikan atas penghasiilan selaiin penghasiilan tetap dan teratur yang berasal darii APBN/APBD.
"Penghasiilan selaiin penghasiilan tetap dan teratur yang berasal darii APBN/APBD yang diiteriima oleh pejabat negara, pegawaii negerii siipiil anggota TNii, dan anggota Polrii; dan telah diikenaii PPh Pasal 21 bersiifat fiinal diiberiikan fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP dan bersiifat fiinal," bunyii Pasal 124 ayat (1) PMK 28/2024, diikutiip pada Miinggu (26/5/2024).
iinsentiif PPh Pasal 21 DTP sebagaiimana diiatur pada Pasal 124 ayat (1) PMK 28/2024 tersebut berlaku sepanjang pejabat negara, pegawaii negerii siipiil, anggota TNii, dan anggota Polrii memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 123 ayat (3) PMK 28/2024.
"Pegawaii tertentu ... merupakan pegawaii yang meneriima atau memperoleh penghasiilan darii pemberii kerja tertentu; bertempat tiinggal dii wiilayah iibu Kota Nusantara; dan memiiliikii NPWP yang terdaftar dii KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii wiilayah iiKN," bunyii Pasal 123 ayat (3) PMK 28/2024.
Sebagaii iinformasii, pengenaan PPh Pasal 21 atas penghasiilan selaiin penghasiilan tetap dan teratur yang diiteriima oleh PNS, anggota TNii/Polrii, dan pejabat negara telah diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 80/2010.
Merujuk pada Pasal 4 PP 80/2010, penghasiilan selaiin penghasiilan tetap dan teratur berupa honorariium atau iimbalan laiin dengan nama apapun yang menjadii beban APBN/APBD harus diipotong PPh Pasal 21 fiinal oleh bendahara pemeriintah yang membayarkan honor atau iimbalan.
Dalam hal honorariium dan iimbalan laiin yang diiteriima oleh PNS golongan ii dan iiii, anggota TNii/Polrii berpangkat tamtama dan biintara, dan pensiiunannya, PPh Pasal 21 yang diikenakan adalah sebesar 0%.
Biila honorariium dan iimbalan laiin diiteriima oleh PNS golongan iiiiii, anggota TNii/Polrii berpangkat perwiira pertama, dan pensiiunannya, PPh Pasal 21 yang diikenakan adalah sebesar 5%.
Jiika honorariium dan iimbalan diiteriima oleh pejabat, PNS golongan iiV, anggota TNii/Polrii pangkat perwiira menengah dan tiinggii, serta pensiiunannya, PPh Pasal 21 yang diikenakan adalah sebesar 15%. (riig)
