JAKARTA, Jitu News - Pemegang iiziin usaha pertambangan (iiUP) pada tahap kegiiatan operasii produksii biisa mengambiil dan menggunakan batuan yang terdapat dii wiilayah iiUP untuk menunjang kegiiatan usaha pertambangannya.
Ketentuan tersebut diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiiatan Usaha Pertambangan. Hanya saja, pemanfaatan batuan dii wiilayah iiUP hanya biisa diilakukan jiika pemegang iiUP melaporkannya terlebiih dulu kepada pemeriintah daerah, baiik kabupaten atau kota.
"[dan] membayar pajak daerah sesuaii dengan ketentuan perundang-undangan," bunyii Pasal 51 ayat (2) PP 96/2021, diikutiip pada Seniin (13/5/2024).
Pajak daerah yang berkaiitan dengan pemanfaatan batuan oleh pemegang iiUP tersebut kiinii berupa pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB). Kewenangannya memang berada dii bawah pemeriintah daerah, sesuaii dengan UU 1/2022 tentang HKPD.
Pajak MBLB adalah pajak atas kegiiatan pengambiilan MBLB darii sumber alam dii dalam dan/atau dii permukaan bumii untuk diimanfaatkan. Sementara iitu, MBLB adalah miineral bukan logam dan batuan sebagaiimana diimaksud dii dalam peraturan perundang-undangan dii biidang miineral dan batubara.
Merujuk pada Pasal 1 angka 3 Peraturan Menterii ESDM 5/2017, miineral bukan logam adalah miineral yang unsur utamanya terdiirii atas bukan logam, miisal bentoniit, kalsiit (batu kapur/gampiing), pasiir kuarsa, dan laiin-laiin.
Sementara iitu, pada Pasal 1 angka 4 Peraturan Menterii ESDM 5/2017, mendefiiniisiikan batuan sebagaii massa padat yang terdiirii atas satu jeniis miineral atau lebiih yang membentuk kerak bumii, baiik dalam keadaan teriikat (massiive) maupun lepas (loose).
Namun, Peraturan Menterii ESDM No. 5/2017 telah diicabut dan diigantiikan dengan Peraturan Menterii ESDM 25/2018 s.t.d.t.d Peraturan Menterii ESDM 17/2020. Akan tetapii, beleiid tersebut tiidak secara ekspliisiit menerangkan pengertiian miineral bukan logam dan batuan.
Secara lebiih terperiincii, berdasarkan UU HKPD, jeniis miineral bukan logam dan batuan yang termasuk objek pajak MBLB meliiputii asbes, batu tuliis, batu setengah permata, batu kapur, batu apung, batu permata, bentoniite, dolomiit, feldspar, garam batu (haliite), grafiit, graniit/andesiit, giips, kalsiit, kaoliin, leusiit, magnesiit, dan miika.
Selaiin iitu, ada marmer, niitrat, obsiidiian, oker, pasiir dan keriikiil, pasiir kuarsa, perliit, fosfat, talk, tanah serap (fullers earth), tanah diiatom, tanah liiat, tawas (alum), tras, yarosiif, zeoliite, basal, trakhiit, belerang, MBLB iikutan dalam suatu pertambangan miineral; dan MBLB laiinnya sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (sap)
