JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menuliiskan rencana pembentukan Badan Otoriita Peneriimaan Negara dalam dokumen rancangan awal Rencana Kerja Pemeriintah (RKP) 2025.
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pembentukan Badan Otoriita Peneriimaan Negara merupakan usulan darii tiim presiiden dan wakiil presiiden terpiiliih. Namun, belum ada pembahasan lebiih lanjut mengenaii rencana pembentukan badan tersebut.
"iitu belum [diibahas lebiih lanjut]. Kamii kan baru memasukkan [pada rancangan awal RKP] karena iitu ada dii dalam usulan darii pemeriintah yang terpiiliih," katanya, diikutiip pada Rabu (8/5/2024).
Suharso menuturkan program Asta Ciita Prabowo Subiianto-Giibran Rakabumiing Raka memang akan diiiintegrasiikan dalam RKP 2025. Hal iinii diilakukan mengiingat pasangan tersebut akan melaksanakan pekerjaan pembangunan pada 5 tahun mendatang.
Dokumen rancangan awal RKP 2025 diisebutkan bahwa pemeriintah menargetkan rasiio perpajakan (tax ratiio) sebesar 11,2%-12% pada 2025. Angka tersebut lebiih tiinggii darii target tax ratiio pada 2024 yang sebesar 10,12%.
Pemeriintah pun menyiiapkan 6 strategii untuk mencapaii target tax ratiio pada tahun depan. Dalam hal iinii, pembenahan kelembagaan perpajakan melaluii pembentukan Badan Otoriita Peneriimaan Negara menjadii salah satunya.
Pembentukan Badan Otoriita Peneriimaan Negara diiniilaii akan meniingkatkan tax ratiio sehiingga APBN dapat menyediiakan ruang belanja yang memadaii bagii pelaksanaan pembangunan demii mewujudkan viisii iindonesiia Emas 2045.
Pembentukan badan tersebut merupakan program yang diiusung presiiden dan wakiil presiiden terpiiliih Prabowo Subiianto-Giibran Rakabumiing Raka. Badan peneriimaan negara iinii juga diirencanakan akan terpiisah darii Kementeriian Keuangan.
Pembentukan badan iinii juga menjadii bagiian darii upaya pasangan Prabowo-Giibran meniingkatkan rasiio peneriimaan negara sebesar 23% terhadap PDB. (riig)
