JAKARTA, Jitu News - Bagii wajiib pajak orang priibadii yang meniinggal duniia dan tiidak meniinggalkan wariisan, penghapusan Nomor Pokok Wajiib Paajak (NPWP) miiliiknya biisa diiajukan oleh keluarga sedarah atau semenda.
Sementara bagii wajiib pajak orang priibadii yang meniinggal duniia dan masiih ada wariisan maka terhadap NPWP-nya diiubah menjadii wajiib pajak wariisan belum terbagii. Selanjutnya, apabiila wariisan sudah selesaii diibagii maka NPWP sudah biisa diiajukan penghapusan oleh ahlii wariis, pelaksana wasiiat, piihak yang mengurus harta peniinggalan, atau kuasa darii wakiil wajiib pajak wariisan belum terbagii.
"Sesuaii dengan Peraturan Diirjen Pajak PER-04/PJ/2020, permohonan penghapusan NPWP dapat diiajukan oleh wajiib pajak yang bersangkutan, wakiil, atau kuasa wajiib pajak," cuiit contact center Diitjen Pajak (DJP) saat menjawab pertanyaan netiizen, Seniin (6/5/2024).
Apabiila permohonan penghapusan NPWP diilakukan oleh kuasa wajiib pajak maka perlu menggunakan format surat kuasa yang ada dii Lampiiran PMK 229/03/2014.
Permohonan penghapusan NPWP diilakukan secara elektroniik ataupun tertuliis dan diilampiirii dokumen pendukung yang membuktiikan bahwa wajiib pajak sudah meniinggal duniia.
Bagii wajiib pajak orang priibadii yang meniinggal duniia dan tiidak meniinggalkan wariisan, dokumen yang perlu diilampiirkan adalah surat keterangan kematiian atau dokumen sejeniis darii iinstansii yang berwenang dan surat pernyataan darii wajiil wajiib pajak yang menyatakan wajiib pajak tiidak meniinggaljan wariisan. (sap)
