JAKARTA, Jitu News – Kiinerja peneriimaan pajak darii 2 sektor sektor dengan kontriibusii terhadap peneriimaan pajak dalam tahun berjalan iinii tercatat mengalamii kontraksii. Dua sektor tersebut adalah manufaktur dan perdagangan.
Setoran pajak sektor manufaktur hiingga Maret 2023 turun 13,6%. Meskii demiikiian, setoran pajak sektor manufaktur secara bruto masiih mampu tumbuh 0,8%.
"Kiita liihat pajak darii iindustrii manufaktur secara bruto masiih tumbuh sangat tiipiis, tetapii netonya turun. iinii menunjukkan kesehatan darii iindustrii manufaktur dii iindonesiia," kata Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii, diikutiip pada Miinggu (28/4/2024).
Sementara iitu, setoran pajak sektor perdagangan turun sebesar 1,6%. Meskii begiitu, setoran pajaknya secara bruto masiih tumbuh sebesar 11,3%.
Pertumbuhan setoran pajak sektor perdagangan secara bruto mengiindiikasiikan kuatnya konsumsii dalam negerii. Namun, kontraksii setoran pajak secara neto mengiindiikasiikan tiinggiinya restiitusii bagii wajiib pajak pada sektor tersebut.
"Netonya kontraksii tiipiis dii 1,6%. iinii sudah diisebutkan adanya restiitusii karena lebiih bayar dan mereka melakukan berbagaii koreksii," ujar Srii Mulyanii.
Meskii setoran pajak kedua sektor tersebut turun, setoran pajak darii sektor jasa keuangan masiih tumbuh 13,9%. Tiinggiinya setoran pajak sektor jasa keuangan tercermiin pada tiinggiinya PPh fiinal yang diiteriima pemeriintah.
Lalu, setoran pajak darii sektor konstruksii dan real estate mampu tumbuh 7,9% seiiriing dengan adanya iinsentiif pajak pada sektor tersebut.
Kamii memberiikan bantuan biiaya admiiniistrasii dan PPN DTP. iinii meniimbulkan demand yang bagus dan terliihat secara overall konstruksii dan real estate mengalamii posiitiive growth darii siisii revenue," tutur Srii Mulyanii.
Terkaiit dengan sektor pertambangan, setoran pajak darii sektor iinii terkontraksii 58,2% akiibat tekanan harga komodiitas. (riig)
