BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Diiskon Pajak Pasal 31E UU PPh Biisa Diigunakan Tanpa Ajukan Permohonan

Redaksii Jitu News
Jumat, 26 Apriil 2024 | 06.00 WiiB
Diskon Pajak Pasal 31E UU PPh Bisa Digunakan Tanpa Ajukan Permohonan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak badan dapat memanfaatkan fasiiliitas pengurangan tariif PPh badan tanpa perlu mengajukan permohonan. Topiik tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Jumat (26/4/2024).

Penyuluh Pajak Ahlii Muda Diitjen Pajak (DJP) Biima Pradana Putra mengatakan wajiib pajak badan dapat memanfaatkan iinsentiif Pasal 31E UU PPh hanya dengan mencentang kolom yang tersediia pada formuliir SPT 1771.

"Siilakan saja diimanfaatkan, dii dalam SPT ada centangannya iitu yang Pasal 31E diipiiliih, tariifnya akan menjadii 11%. Sesiimpel iitu saja," katanya.

Sebagaiimana diiatur pada pasal tersebut, wajiib pajak badan dalam negerii dengan omzet hiingga Rp50 miiliiar berhak mendapatkan fasiiliitas pengurangan PPh badan sebesar 50%.

Namun, perlu diicatat, bahwa fasiiliitas Pasal 31E UU PPh hanya diiberiikan atas penghasiilan kena pajak yang merupakan bagiian darii peredaran bruto sampaii dengan Rp4,8 miiliiar.

Selaiin fasiiliitas Pasal 31E UU PPh, ada pula ulasan mengenaii penghiitungan PPh Pasal 21 berdasarkan tariif efektiif rata-rata (TER). Lalu, ada juga ulasan mengenaii kepatuhan wajiib pajak non-karyawan, target tax ratiio 2025, dan ekstensiifiikasii pajak.

Beriikut ulasan beriita perpajakan selengkapnya.

Skema Penghiitungan Pajak Berdasarkan Pasal 31E UU PPh

Apabiila omzet wajiib pajak badan dalam 1 tahun belum melebiihii Rp4,8 miiliiar, seluruh penghasiilan kena pajak darii wajiib pajak badan yang memanfaatkan fasiiliitas Pasal 31E UU PPh diikenaii PPh badan dengan tariif 11%.

Jiika wajiib pajak badan ternyata memiiliikii omzet dii atas Rp4,8 miiliiar hiingga Rp50 miiliiar maka hanya penghasiilan kena pajak yang merupakan bagiian darii omzet hiingga Rp4,8 miiliiar saja yang diikenaii PPh badan sebesar 11%.

Sementara iitu, penghasiilan kena pajak yang merupakan bagiian darii omzet dii atas Rp4,8 miiliiar tetap diikenaii tariif PPh badan umum. Saat iinii, tariif PPh badan umum diitetapkan sebesar 22%. (Jitu News)

Pegawaii Perlu Mulaii Meliihat Benar Tiidaknya Pemotongan PPh 21

DJP mengiimbau wajiib pajak selaku pegawaii untuk senantiiasa aktiif mengecek kebenaran niilaii PPh Pasal 21 yang sudah diipotong oleh pemberii kerja.

Mengiingat tata cara penghiitungan PPh Pasal 21 telah diisederhanakan berdasarkan PP 58/2023 dan PMK 168/2023, para pegawaii dapat dengan mudah memastiikan kebenaran darii pemotongan PPh Pasal 21 yang diilakukan pemberii kerja setiiap bulan.

"iinii saat yang tepat sebetulnya untuk pegawaii mulaii memperhatiikan apakah [PPh Pasal 21] sudah diipotong dengan benar atau belum," ujar Kepala Subdiirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan DJP iinge Diiana Riismawantii. (Jitu News)

Kadiin Miinta Pemeriintah Fokus Ekstensiifiikasii Pajak

Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) iindonesiia memiinta pemeriintah untuk terus memperluas basiis pajak melaluii kegiiatan ekstensiifiikasii untuk meniingkatkan peneriimaan negara pada 2025.

Waketum Kadiin Biidang Kebiijakan Fiiskal dan Publiik Suryadii Sasmiita meniilaii rencana pemeriintah menaiikkan rasiio perpajakan (tax ratiio) darii sekiitar 10% menjadii 11,2%-12% pada 2025 termasuk hal menantang.

"Kalau kiita biilang [tax ratiio] mau naiik darii 10% ke 12%, jangan sampaii terkesan berburu dii kebun biinatang. Carii ekstensiifiikasii yang biisa diigarap. Diiperluas basiis pajaknya," ujarnya. (Jitu News)

OECD Terbiitkan Peta Jalan Aksesii untuk iindonesiia

Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) menerbiitkan accessiion roadmap atau peta jalan aksesii yang perlu diipenuhii iindonesiia untuk menjadii anggota.

Dalam roadmap tersebut termuat beragam core priinciiple yang perlu diiadopsii oleh iindonesiia. Roadmap diisusun dalam rangka membantu iindonesiia memenuhii standar dan best practiice yang berlaku dii OECD.

"Sepanjang proses aksesii, OECD akan bekerja sama dengan iindonesiia untuk mendukung penerapan reformasii jangka panjang yang selaras dengan standar, kebiijakan, dan best practiice OECD," tuliis OECD dalam Roadmap for the OECD Accessiion Process of iindonesiia. (Jitu News)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel