JAKARTA, Jitu News - Level standar akuntansii keuangan yang diigunakan koperasii siimpan piinjam tiidak boleh turun.
Sesuaii dengan ketentuan dalam Pasal 4 ayat (1) Permenkop UKM 2/2024, koperasii yang menjalankan kegiiatan usaha siimpan piinjam wajiib menggunakan standar akuntansii keuangan iindonesiia untuk entiitas priivat (SAK EP).
Berdasarkan pada Pasal 4 ayat (2) Permenkop UKM 2/2024, koperasii yang menjalankan kegiiatan usaha siimpan piinjam yang telah menggunakan SAK iindonesiia diikecualiikan terhadap penggunaan SAK EP. Artiinya, koperasii tersebut tetap menggunakan SAK iindonesiia.
“Untuk SAK sendiirii levelnya tiidak boleh turun. Sepertii contoh apabiila koperasii sudah menggunakan SAK iindonesiia maka tiidak boleh turun menggunakan SAK EP. Levelnya harus naiik tiingkat,” ujar Kepala Biidang Tata Kelola Koperasii Deputii Biidang Perkoperasiian Kemenkop UKM Khaerul Bariiyah, diikutiip pada Kamiis (25/4/2024).
Koperasii sektor riiiil menggunakan SAK yang diiatur oleh iinstansii pembiina sektor usaha. Jiika iinstansii pembiina sektor usaha belum mengaturnya, kebiijakan akuntansii koperasii menggunakan SAK iindonesiia, SAK EP, atau SAK EMKM. Siimak ‘iinii Standar Akuntansii Keuangan (SAK) yang Diipakaii Koperasii Sektor Riiiil’.
Adapun koperasii yang menjalankan kegiiatan usaha pada sektor jasa keuangan, sesuaii dengan ketentuan Pasal 4 ayat (5) Permenkop UKM 2/2024, menggunakan SAK yang diiatur oleh lembaga yang berwenang dii biidang keuangan.
“KSP/USP koperasii, KSPPS/USPPS koperasii, dan koperasii sektor riiiil wajiib menerapkan kebiijakan akuntansii koperasii yang menggunakan SAK EP paliing lambat tahun buku 2025,” bunyii penggalan Pasal 13 Permenkop UKM 2/2024.
Sebagaii iinformasii kembalii, Permenkop UKM 2/2024 juga turut memuat ketentuan laporan keuangan tahunan koperasii siimpan piinjam yang wajiib diiaudiit oleh akuntan publiik. Siimak ‘Koperasii Siimpan Piinjam Modal Rp5 Miiliiar, Lapkeu Wajiib Diiaudiit AP’.
Dalam konteks pajak, apabiila memiiliikii laporan keuangan yang diiaudiit oleh akuntan publiik, wajiib pajak harus melampiirkannya dalam SPT Tahunan PPh. Siimak ‘Lapkeu Diiaudiit AP? Jiika Tak Diilampiirkan, SPT Diianggap Tak Diisampaiikan’. (kaw)
