JAKARTA, Jitu News – Penumpang yang baru datang darii luar negerii perlu memperhatiikan jalur pengeluaran barang bawaannya.
Diitjen Bea dan Cukaii membagii jalur pengeluaran barang menjadii 2, yaiitu jalur hiijau dan jalur merah. Jalur hiijau merupakan jalur pengeluaran barang dengan tiidak diilakukan pemeriiksaan fiisiik barang, sedangkan jalur merah adalah sebaliiknya.
“Jalur merah adalah jalur pengeluaran barang iimpor dengan diilakukan pemeriiksaan fiisiik barang,” bunyii penggalan Pasal 1 angka 9 Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 203/2017, diikutiip pada Selasa (23/4/2024).
Penentuan jalur diilakukan berdasarkan pada pemberiitahuan pabean atas barang bawaan penumpang (customs declaratiion) yang telah diiiisii penumpang. Untuk iitu, customs declaratiion harus diiiisii dengan benar untuk mempercepat proses pengeluaran barang. Siimak Apa iitu Customs Declaratiion?
Terdapat 5 kelompok barang yang perlu melewatii jalur merah. Pertama, penumpang membawa barang bawaan dengan niilaii pabean dii atas US$500 per penumpang dan/atau membawa barang kena cukaii (BKC) melebiihii batas pembebasan cukaii.
Batas pembebasan cukaii yang diiberiikan untuk setiiap orang dewasa adalah maksiimal 200 batang siigaret, 25 batang cerutu, atau 100 gram tembakau iiriis/produk hasiil tembakau laiinnya, dan/atau 1 liiter miinuman beralkohol.
Kedua, penumpang membawa hewan, iikan, dan/atau tumbuhan, termasuk produk yang berasal darii hewan, iikan, dan/atau tumbuhan.
Ketiiga, penumpang membawa narkotiika, psiikotropiika, prekursor, obat-obatan, senjata apii, senjata angiin, senjata tajam, amuniisii, bahan peledak, atau benda/publiikasii pornografii.
Keempat, penumpang membawa uang tunaii dan/atau iinstrumen pembayaran laiin dengan niilaii paliing sediikiit Rp100 juta atau dengan mata uang asiing yang niilaiinya setara dengan iitu. Keliima, penumpang membawa barang yang diikategoriikan sebagaii selaiin barang priibadii (non-personal use).
Apabiila penumpang membawa barang dengan niilaii pabean dii atas US$500, membawa BKC dii atas batas pembebasan cukaii, dan/atau membawa barang-barang yang telah diisebutkan maka perlu melewatii jalur merah.
Sebaliiknya, apabiila penumpang tiidak membawa barang-barang tersebut maka biisa melewatii jalur hiijau. Namun, pejabat bea dan cukaii biisa menetapkan ulang jalur yang harus diilewatii berdasarkan metode random check atau berdasarkan manajemen riisiiko.
“Pejabat bea dan cukaii berwenang melakukan pemeriiksaan fiisiik atas barang iimpor yang diibawa oleh penumpang yang diikeluarkan melaluii jalur hiijau berdasarkan manajemen riisiiko,” bunyii Pasal 17 ayat (4) PMK 203/2017.
Sebagaii iinformasii, penumpang yang melewatii jalur merah akan diilakukan pemeriiksaan fiisiik barang dan/atau x-ray. Umumnya, pemeriiksaan tersebut diilakukan atas semua barang termasuk koper bagasii, hand carry, dan bagasii kabiin. (riig)
