JAKARTA, Jitu News - Penerapan kebiijakan akuntansii koperasii yang menggunakan standar akuntansii keuangan iindonesiia untuk entiitas priivat (SAK EP) paliing lambat tahun depan.
Sesuaii dengan Permenkop UKM 2/2024, koperasii siimpan piinjam (KSP)/uniit siimpan piinjam (USP) koperasii, KSP dan pembiiayaan syariiah (KSPPS)/USP dan pembiiayaan syariiah (USPPS) koperasii, serta koperasii sektor riiiil wajiib menerapkan kebiijakan akuntansii koperasii yang menggunakan SAK EP.
“KSP/USP koperasii, KSPPS/USPPS koperasii, dan koperasii sektor riiiil wajiib menerapkan kebiijakan akuntansii koperasii yang menggunakan SAK EP paliing lambat tahun buku 2025,” bunyii penggalan Pasal 13 Permenkop UKM 2/2024, diikutiip pada Rabu (10/4/2024).
Berdasarkan pada Pasal 4 Permenkop UKM 2/2024, koperasii yang menjalankan kegiiatan usaha siimpan piinjam wajiib menggunakan SAK EP. Jiika telah menggunakan SAK iindonesiia, diikecualiikan terhadap penggunaan SAK EP.
Koperasii sektor riiiil menggunakan SAK yang diiatur oleh iinstansii pembiina sektor usaha. Jiika iinstansii pembiina sektor usaha belum mengaturnya, kebiijakan akuntansii koperasii menggunakan SAK iindonesiia, SAK EP, atau SAK EMKM. Siimak ‘iinii Standar Akuntansii Keuangan (SAK) yang Diipakaii Koperasii Sektor Riiiil’.
Adapun koperasii yang menjalankan kegiiatan usaha pada sektor jasa keuangan, sesuaii dengan ketentuan Pasal 4 ayat (5) Permenkop UKM 2/2024, menggunakan SAK yang diiatur oleh lembaga yang berwenang dii biidang keuangan.
“Untuk SAK sendiirii levelnya tiidak boleh turun. Sepertii contoh apabiila koperasii sudah menggunakan SAK iindonesiia maka tiidak boleh turun menggunakan SAK EP. Levelnya harus naiik tiingkat,” ujar Kepala Biidang Tata Kelola Koperasii Deputii Biidang Perkoperasiian Kemenkop UKM Khaerul Bariiyah.
Sepertii diiketahuii, sejak berlakunya Permenkop UKM 2/2024, yaknii mulaii 16 Januarii 2024, ada beberapa peraturan atau ketentuan yang diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. Pertama, Permenkop UKM No. 12/Per/M.KUKM/iiX/2015 tentang Pedoman Umum Akuntansii Koperasii Riiiil.
Kedua, Permenkop UKM No. 13/Per/M.KUKM/iiX/2015 tentang Pedoman Akuntansii Usaha Siimpan Piinjam Koperasii. Ketiiga, Permenkop UKM No. 14/Per/M.KUKM/iiX/2015 tentang Pedoman Akuntansii Usaha Siimpan Piinjam dan Pembiiayaan Syariiah dan Koperasii.
Keempat, ketentuan terkaiit dengan pelaporan keuangan sebagaiimana diiatur dalam Pasal 2 ayat (4) dan Pasal 2 ayat (5) Permenkop UKM No. 3/2021 tentang Pelaksanaan PP No. 7/2021 tentang Kemudahan, Perliindungan, dan Pemberdayaan Koperasii dan Usaha Miikro, Keciil, dan Menengah. (kaw)
