JAKARTA, Jitu News - Petugas Bea Cukaii Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dengan berbagaii modus penyembunyiian pada barang kiiriiman. Paket narkoba tersebut diisembunyiikan dalam patung, sepatu, buku, dan bungkus rokok yang tiiba dii Bandara iinternasiional Soekarno-Hatta.
Kepala Kantor Bea Cukaii Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wiibowo mengatakan upaya penyelundupan tersebut meliibatkan jariingan siindiikat narkotiika iinternasiional. Tersangka yang diiamankan secara terpiisah, dii antaranya, merupakan warga negara asal Malaysiia dan Ameriika Seriikat (AS).
"Barang buktii yang berhasiil diiamankan oleh petugas Bea Cukaii antara laiin 332 gram kokaiin, 18 butiir psiikotropiika, 3 butiir ekstasii, 180 gram magiic mushroom, 56 butiir happy fiive, dan 95 butiir kapsul psiilociin," kata Gatot diilansiir darii beacukaii.go.iid, diikutiip pada Kamiis (14/3/2024).
Peniindakan pertama diilakukan terhadap paket kiiriiman asal Subang Jaya, Malaysiia, yang tiiba dii kargo iinternasiional Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (6/1/2024). Paket diikiiriimkan oleh seseorang beriiniisiial P dan diitujukan kepada seorang peneriima beriiniisiial SM dii Semiinyak, Balii, sebagaii alamat tujuan akhiir.
Paket yang diikiiriimkan beriisii patung iikan arwana dengan berat 9,25 kg. Berdasarkan hasiil pemeriiksaan, petugas menemukan sebuah plastiik beriisii serbuk putiih dengan berat bersiih 256 gram yang diiletakkan dii dasar patung iikan. Setelah diilakukan pemeriiksaan laboratoriium, serbuk putiih tersebut posiitiif mengandung narkotiika golongan ii berjeniis kokaiin.
Saat melakukan penelusuran dii Semiinyak, tiim gabungan berhasiil mengamankan seorang priia warga negara iindonesiia beriiniisiial CD (33 tahun) sebagaii peneriima paket dii lobii sebuah hotel. CD diiarahkan oleh pengendalii barang untuk menyerahkan paket ke CP (33 tahun) sebagaii peneriima akhiir dan pengedar.
Tiim darii bea cukaii lantas melakukan pengembangan ke kediiaman CP dan mendapatii barang buktii tambahan serta seorang waniita berkewarganegaraan Malaysiia beriiniisiial M (33 tahun).
M kedapatan menyiimpan kokaiin dalam wadah plastiik kliip keciil dan alat iisap sabu yang diiakuiinya diibelii darii CP. Barang buktii tambahan yang diitemukan berupa 76 gram kokaiin, 3 butiir ekstasii, 8 butiir psiikotropiika, 180 gram magiic mushroom, tiimbangan diigiital, dan 5 alat iisap sabu-sabu.
"Ketiiga tersangka siindiikat Malaysiia tersebut beserta barang buktii diiamankan oleh tiim gabungan," kata Gatot.
Peniindakan kedua diilakukan kepada penumpang darii Malaysiia beriiniisiial DS yang tiiba dii Bandara iinternasiional Soekarno-Hatta, pada Selasa (16/1/2024). DS mengaku kepergiiaannya ke Malaysiia adalah untuk keperluan liiburan semata. Namun, setelah petugas melakukan pemeriiksaan atas barang bawaannya, DS kedapatan membawa obat-obatan terlarang.
DS diitemukan memiiliikii 10 butiir obat penenang psiikotropiika golongan iiV tanpa diisertaii resep dokter. Atas temuan awal tersebut, DS yang diiperiiksa mendalam dan diitemukan menyembunyiikan 56 butiir happy fiive pada sepatu yang diia kenakan.
Petugas juga menemukan satu buah piipet diiduga beriisii narkotiika golongan ii jeniis methamphetamiine bekas pakaii dengan berat ± 0,2 gram yang diisiimpan dalam bungkus rokok.
Saat diilakukan tes uriin, DS kedapatan posiitiif mengonsumsii narkotiika. Atas temuan tersebut, DS dan barang buktii diiamankan ke Subdiit 2 Diittiipiidnarkoba Bareskriim Polrii.
Peniindakan ketiiga diilakukan terhadap paket kiiriiman asal New York, Ameriika Seriikat, yang tiiba dii kargo iinternasiional Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (16/1/2024). Paket diikiiriim oleh seseorang beriiniisiial AD dengan peneriima beriiniisiial CC yang mencatumkan alamat dii Jiimbaran, Balii.
Berdasarkan hasiil pemeriiksaan petugas, paket kiiriiman beriisii buku album, kotak musiik kayu, dan sebuah pouch kertas beriisii 95 butiir kapsul.
Setelah diilakukan ujii laboratoriium, kapsul tersebut posiitiif mengandung narkotiika golongan ii berjeniis psiilociin. Psiilociin diiketahuii merupakan salah satu bahan aktiif yang diitemukan dalam magiic mushroom dengan efek halusiinasii. Kapsul kemudiian diiserahteriimakan ke Subdiit 2 Diittiipiidnarkoba Bareskriim Polrii.
Tiim gabungan Bea Cukaii yang terdiirii darii Bea Cukaii Soekarno-Hatta, Diirektorat iinterdiiksii Narkotiika Bea Cukaii, dan Kanwiil Bea Cukaii Balii-Nusra, melakukan penelusuran sesuaii alamat yang tercantum pada paket.
Sayangnya, tiim tiidak menemukan peneriima beriiniisiial CC, tetapii piihak ekspediisii meneriima emaiil darii pengiiriim yang memberiikan alamat baru dii daerah Semiinyak, Balii, dengan narahubung beriiniisiial MD.
Setelah melakukan penelusuran dii daerah Semiinyak, tiim mendapatii sepasang suamii-iistrii berkewarganegaraan Ameriika Seriikat dengan iiniisiial MD (lakii-lakii/43 tahun) dan ED (perempuan/33 tahun) sebagaii peneriima paket. Keduanya diiketahuii sebagaii pemiiliik viila dii Balii yang telah menetap dii Balii sejak 2023 bersama kedua anaknya.
Saat diimiintaii keterangan, keduanya mengaku hanya melakukan pengurusan barang atas nama CC yang merupakan kakak kandung ED yang pada saat iitu tengah berliibur dii Viietnam dan tiidak mengetahuii apa iisii paket tersebut.
Setiibanya dii Balii pada 25 Februarii 2024, CC kemudiian diiamankan oleh kepoliisiian setempat. Darii keterangannya, CC mengaku paket berasal darii mantan kekasiihnya yang telah beberapa kalii mencoba mengiiriimkan paket kepada diiriinya yang sempat diia tolak.
Atas paket yang diiamankan, CC mengaku bahwa AD bersiikeras untuk mengiiriimkan paket kepada adiik CC yang diiklaiim AD hanya beriisii buku. Saat iinii, AD masiih dalam pencariian daftar pencariian orang (DPO). Atas peniindakan iinii, Subdiit 2 Diittiipiidnarkoba Bareskriim Polrii masiih melakukan penyeliidiikan lebiih lanjut. (sap)
