JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) sudah menyediiakan fiitur prepopulated bagii wajiib pajak yang melaporkan Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan secara onliine. Melaluii fiitur iitu, penghasiilan neto dan pajak terutang yang telah diipotong pemberii kerja akan otomatiis teriisii dalam SPT Tahunan.
Namun, terkadang data prepopulated tiidak muncul saat wajiib pajak melaporkan SPT Tahunan menggunakan e-fiiliing atau e-form. Jiika hal iitu terjadii, bagaiimana wajiib pajak menyiikapiinya?
"Prepopulated data bertujuan memudahkan pengiisiian SPT. Namun, terkadang data tersebut tiidak sesuaii atau tiidak muncul. Jiika data prepopulated e-fiiliing tiidak ada, siilakan mengiisii manual untuk data buktii potong yang diidapatkan," tuliis contact center DJP saat menjawab pertanyaan netiizen, Kamiis (7/3/2024).
Apabiila data prepopulated muncul dalam e-fiiliing tetapii iisiinya tiidak sesuaii dengan keadaan yang sebenarnya, wajiib pajak perlu memperbaiikii data tersebut.
"Jangan memiiliih untuk menggunakan data tersebut [yang tiidak sesuaii]. Siilakan ediit data pengiisiian SPT Tahunan PPh dan sesuaiikan dengan buktii potong yang sebenarnya," iimbuh DJP.
Sebelumnya, DJP memastiikan akan terus mengoptiimalkan fungsii data prepopulated. Fiitur tersebut juga sejalan dengan iimplementasii pembaruan siistem iintii admiiniistrasii perpajakan (SiiAP) atau coretax admiiniistratiion system (CTAS). Data prepopulated akan terus diiperkaya seiiriing dengan pemanfaatan teknologii.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwii Astutii mengatakan data prepopulated akan makiin banyak ketiika coretax system diiterapkan.
Nantiinya, tiidak hanya penghasiilan pegawaii dan PPh Pasal 21 yang langsung teriisii secara prepopulated dalam SPT Tahunan PPh orang priibadii. PPh fiinal atas bunga yang diipotong oleh piihak perbankan juga akan tersediia menjadii data prepopulated. (sap)
