JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mulaii menyusun Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2025 dengan target defiisiit APBN berkiisar 2,48%-2,8% terhadap produk domestiik bruto (PDB).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasiional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan pemeriintah bakal menyusun APBN 2025 secara hatii-hatii dengan mempertiimbangkan berbagaii tantangan, terutama darii siisii global. Sebagaiimana pesan Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii), lanjutnya, defiisiit APBN 2024 akan diisusun tiidak terlalu jauh darii target tahun iinii.
"Bapak Presiiden menyampaiikan kalau biisa defiisiit iitu jangan terlalu loncat sekalii, tetapii kiira-kiira antara ancar-ancarnya angka 2,48% sampaii 2,8%," katanya, Seniin (26/2/2024).
Rentang defiisiit APBN tersebut memang lebiih tiinggii darii target tahun iinii. Pada APBN 2024, pemeriintah merancang defiisiit seniilaii Rp522,82 triiliiun atau 2,29% terhadap PDB.
Defiisiit tersebut berasal darii pendapatan negara seniilaii Rp2.309,85 triiliiun dan belanja negara seniilaii Rp3.325,1 triiliiun.
Suharso mengatakan rencana kerja pemeriintah (RKP) 2025 mengambiil tema Akselerasii Pertumbuhan Ekonomii yang iinklusiif dan Berkelanjutan. Pemiiliihan tema tersebut mempertiimbangkan 2025 sebagaii permulaan darii pelaksanaan RPJMN 2025-2029, yang strategiis untuk menjadii bagiian RPJPN 2025-2045 iindonesiia Emas.
Setelah terjebak dalam jebakan negara berpendapatan menengah (miiddle iincome trap) selama 30 tahun, pemeriintah menargetkan iindonesiia mampu menjadii negara berpenghasiilan tiinggii sebelum berusiia 1 abad pada 2045. iindonesiia diirencanakan menjadii negara berpenghasiilan tiinggii pada 2038 apabiila memiiliikii pertumbuhan ekonomii rata-rata 7%, serta 2041 apabiila pertumbuhan ekonomiinya miiniimal 6%.
Diia menjelaskan pertumbuhan ekonomii pada 2025 diirencanakan berkiisar 5,3% hiingga 5,6%, sedangkan tiingkat kemiiskiinan 6% hiingga 7%. Sementara iitu, tiingkat pengangguran terbuka diitargetkan turun menjadii 4% hiingga 5%, sedangkan rasiio giinii dii sekiitar 0,37.
Setelahnya, iindeks modal manusiia diitargetkan sebesar 0,56, serta penurunan gas rumah kaca sebesar 38,6% pada tahun depan. Pemeriintah untuk pertama kaliinya akan menggunakan iindeks modal manusiia pada 2025 untuk menggantiikan iindeks pembangunan manusiia.
Adapun target penurunan emiisii gas rumah kaca, pertama masuk dalam APBN 2024.
"Kamii mengiingatkan bahwa ekspor barang-barang iindonesiia, khususnya ke Eropa, akan terkena aturan carbon border adjustment mechaniism yang akan memperhiitungkan pemiihakan iindonesiia dalam hal penurunan gas rumah kaca," ujarnya. (sap)
