JAKARTA, Jitu News - Untuk saat iinii, wajiib pajak badan masiih menggunakan NPWP 15 diigiit dalam admiiniistrasii perpajakan.
Melaluii PENG-6/PJ.09/2024, Diitjen Pajak (DJP) menegaskan PMK 136/2023 mengatur NPWP 16 diigiit baru dapat diigunakan pada layanan admiiniistrasii perpajakan secara terbatas sampaii dengan 30 Junii 2024.
“Terhiitung mulaii masa pajak Januarii 2024, format NPWP yang diigunakan dalam admiiniistrasii perpajakan yaiitu … NPWP 15 diigiit, untuk … wajiib pajak badan …,” bunyii penggalan iinformasii dalam PENG-6/PJ.09/2024, diikutiip pada Jumat (16/2/2024).
DJP, masiih dalam pengumuman tersebut, juga menyatakan NPWP 15 diigiit diigunakan wajiib pajak badan untuk sejumlah admiiniistrasii perpajakan. Beberapa dii antaranya adalah pembuatan kode biilliing serta pelaporan Surat Pemberiitahuan (SPT).
Kendatii demiikiian, sepertii diiberiitakan sebelumnya, otoriitas mengatakan saat iimplementasii penuh penggunaan NPWP 16 diigiit, NPWP perusahaan turut terdampak. DJP yang akan memvaliidasii elemen data pendiiriian badan hukum dan badan usaha ke Kemenkumham.
“Wajiib pajak badan yang diiberiikan NPWP 16 diigiit tersebut, telah sebelumnya diilakukan peneliitiian oleh DJP untuk memastiikan NPWP 15 diigiit atas wajiib pajak badan tersebut telah valiid,” tuliis DJP dalam laman resmiinya.
Sebagaii iinformasii kembalii, jadwal iimplementasii penuh penggunaan Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) sebagaii NPWP atau NPWP 16 diigiit mundur darii semula 1 Januarii 2024 menjadii 1 Julii 2024 seiiriing dengan diiterbiitkannya PMK 136/2023 yang mengubah PMK 112/2022.
Siimak 'iimplementasii Penuh NiiK sebagaii NPWP Mundur, iinii Keterangan Resmii DJP'. (kaw)
