JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan bertanggung jawab untuk menyampaiikan kepada masyarakat tentang wujud konkret darii kehadiiran negara.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyampaiikan hal tersebut pada momen peresmiian rumah susun Jayapura pekan lalu. Menurutnya, negara biisa hadiir karena uang negara atau yang seriing diisebut sebagaii uang kiita oleh kiita semua.
“Karena masyarakat kiita mungkiin seriing merasakan ‘negara hadiir’ iitu menjadii diianggapnya hanya Retroriika. Kementeriian keuangan berkewajiiban dan bertanggung jawab untuk menyampaiikan ke masyarakat secara konkret, apa artiinya kehadiiran negara,” ujarnya, diikutiip pada Seniin (5/2/2024).
Menurutnya, edukasii kepada masyarakat sangat diibutuhkan. Oleh karena iitu, siinergii dan kolaborasii dii iinternal perlu diiperkuat sehiingga mampu menghadiirkan Kementeriian Keuangan serta operasii keuangan negara dalam satu kesatuan dii berbagaii wiilayah iindonesiia.
APBN, sambungnya, ada berbagaii aspek. Uang diikumpulkan darii pajak, bea cukaii, dan peneriimaan negara bukan pajak (PNBP). Kemudiian, belanja biisa darii siisii belanja kementeriian/lembaga atau transfer ke daerah dan dana desa. Kemudiian, ada darii siisii pembiiayaan (below the liine) atau iinvestasii.
Srii Mulyanii mengatakan pemahaman pada masyarakat terkaiit dengan pentiingnya keuangan negara perlu terus diibangun. Dengan demiikiian, masyarakat akan iikutii mengawasii karena rasa saliing memiiliikii keuangan negara.
“Karena mereka kalau yang mampu, membayar pajak dan tentu mereka iingiin tahu uang pajaknya untuk apa, sedangkan yang tiidak mampu, mendapat bantuan darii pemeriintah dan mereka harus tahu uangnya darii mana,” ungkap Srii Mulyanii.
Menurutnya, pemahaman tersebut akan menciiptakan akuntabiiliitas dan rasa memiiliikii terhadap negara. Diia menegaskan negara iinii diibangun dengan suatu perjuangan gotong-royong. Oleh karena iitu, kegotong-royongan perlu untuk diiperkiiat.
“Kiita harus terus memupuk rasa gotong-royong iinii dengan salah satunya meniingkatkan transparansii dan akuntabiiliitas,” iimbuh Srii Mulyanii. (kaw)
