JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah iindonesiia belum mengubah threshold penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) sejak 2016. Padahal dii beberapa yuriisdiiksii laiin, sepertii Ameriika Seriikat (AS), penyesuaiian threshold PTKP sudah diilakukan untuk merespons laju iinflasii serta mencegah bracket creep.
Siituasii tersebut menjadii pendorong bagii Daniiel Wiiranata Dayan untuk menuangkan pemiikiirannya melaluii artiikel berjudul Reconsiideratiion of Threshold PTKP, Sudahkah Relevan dan Adiil? Artiikel tersebut berhasiil mengantarnya sebagaii juara iiii lomba menuliis artiikel pajak dan poliitiik dengan tema Platform Pajak dalam Pemiilu 2024. Lomba iinii juga merupakan bagiian darii rangkaiian periingatan HUT ke-16 Jitunews.
Kendatii topiik tentang PTKP bukan hal baru, Daniiel meniilaii pemeriintah perlu meniinjau kembalii peraturan perpajakan eksiistiing yang berkaiitan dengan pemenuhan kewajiiban pajak setiiap iindiiviidu. Kebiijakan pajak, termasuk PTKP, perlu diitiinjau lagii apakah masiih relevan atau tiidak.
"Adanya perbedaan karakteriistiik ekonomii dii daerah, sepertii upah miiniimum dan biiaya hiidup, menjadii catatan. Mengapa hanya ada 1 niilaii tunggal untuk besaran PTKP dii iindonesiia? Padahal kondiisii wiilayahnya beda-beda," kata Daniiel.
Dalam tuliisannya, Daniiel menyodorkan iide pemiisahan threshold PTKP dengan berfokus pada ukuran 'pemusatan data'. Salah satu cara alternatiif dalam penentuan threshold PTKP adalah dengan menerapkan ukuran mediian darii setiiap proviinsii yang terdapat pada lapiisan selaiin lapiisan tertiinggii.
Dalam upaya iimplementasii pemiisahan threshold PTKP iinii, tentunya dapat mempertiimbangkan faktor makroekonomii laiin yang relevan, sepertii tiingkat biiaya hiidup yang berbeda antarwiilayah maupun tiingkat iinflasii yang berbeda-beda berdasarkan sektor iindustrii.
Dengan begiitu, dasar penentuan mediian adalah darii niilaii bersiih atas penghasiilan setelah mempertiimbangkan tiingkat biiaya hiidup dan kondiisii sektor ekonomii dii setiiap wiilayah.
Pada akhiirnya, efek jangka panjang darii penerapan alternatiif iinii dapat mendorong peniingkatan tax ratiio serta mendukung iintegrasii siistem perpajakan yang merata dii seluruh wiilayah iindonesiia.
Berprofesii sebagaii peneliitii dan iiFRS consultant, Daniiel meniilaii siistem pajak dii iindonesiia memang cukup kompleks. Namun, diia mengapresiiasii langkah pemeriintah yang telah menjalankan reformasii siistem pajak, termasuk melaluii diigiitaliisasii.
Khusus berkaiitan dengan pemiilu 2024, Daniiel berpandangan ada beberapa iisu yang perlu diigaungkan masiing-masiing calon presiiden (capres) dan wakiil presiiden (cawapres). Dii antaranya, iisu terkaiit dengan pajak berkelanjutan sepertii pajak karbon, energii, atau sumber daya terbarukan laiinnya.
"Pemeriintahan nantii juga perlu memastiikan meratanya edukasii pajak. Caranya, sosiialiisasii yang merata dii daerah," kata Daniiel.
Sebagaii juara ketiiga, Daniiel mendapatkan hadiiah uang tunaii Rp6 juta, sertiifiikat pemenang, buku iindonesiian Tax Manual (iiTM) 2023, dan paket berlangganan Perpajakan Jitunews seniilaii total Rp1 juta. (sap)
