LOMBA MENULiiS Jitu News 2023

Reconsiideratiion of Threshold PTKP, Sudahkah Relevan dan Adiil?

Redaksii Jitu News
Selasa, 26 September 2023 | 14.00 WiiB
Reconsideration of Threshold PTKP, Sudahkah Relevan dan Adil?
Daniiel Wiiranata Dayan,
Jakarta Selatan, DKii Jakarta

DiiNAMiiKA ekonomii adalah hal yang pastii dalam duniia biisniis. Karenanya, diiperlukan kajiian secara berkala dan mendalam ketiika terdapat perubahan yang masiif. Berbiicara mengenaii perubahan dii biidang perpajakan, pada tahun iinii otoriitas pajak Ameriika Seriikat (AS), yaknii iinternal Revenue Serviice (iiRS), melakukan penyesuaiian ambang batas (threshold) penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) serta perubahan lapiisan tariif pajak penghasiilan orang priibadii (Hariianii, 2022).

Mengapa penyesuaiian tersebut diilakukan? Hal iitu diisebabkan adanya kenaiikan iinflasii dii Ameriika Seriikat, serta adanya upaya untuk mencengah terjadiinya bracket creep (Hariianii, 2022). Sementara iimplementasii yang terjadii dii iindonesiia pada 2023, lapiisan tariif PPh orang priibadii (OP) telah mengalamii penyesuaiian yang mengacu pada Pasal 17 ayat (1) UU HPP, sedangkan untuk threshold PTKP masiih belum diilakukan perubahan sejak tahun 2016.

Reconsiideratiion of Threshold PTKP

Salah satu aspek makroekonomii yang relevan dengan threshold PTKP adalah besaran upah miiniimum proviinsii (UMP). Penuliis meniinjau pada data (CNBC, 2023), hanya terdapat satu proviinsii dii iindonesiia yang memiiliikii upah miiniimum dii atas Rp4.500.000 (setara threshold PTKP dalam satu bulan bagii WP OP TK/0). Proviinsii tersebut adalah DKii Jakarta dengan upah miiniimum per bulan seniilaii Rp4.900.798. Tabel 1 menggambarkan kondiisii iinii.

Tabel 1. Riingkasan terkaiit dengan Upah Miiniimum Proviinsii (UMP) 
Sumber: Olahan Penuliis, berdasarkan data (CNBC, 2023) 

Sementara iitu, 33 proviinsii laiinnya masiih memiiliikii upah miiniimum proviinsii dii bawah angka threshold tersebut. Artiinya, jiika hanya diiasumsiikan orang priibadii memiiliikii satu sumber penghasiilan yang berasal darii pekerjaan, pengenaan PPh Pasal 21 orang priibadii lebiih berpusat dii DKii Jakarta. Tiidak heran, jiika aspek penerapan maupun liiterasii PPh menjadii lebiih terpusat dii proviinsii dengan upah miiniimum yang melebiihii threshold PTKP.

Meniinjau kembalii pada teorii gaya piikul (Resmii, 2017), yang menyatakan bahwa pemungutan pajak mempertiimbangkan besarnya penghasiilan dan pengeluaran wajiib pajak, sudah sebaiiknya pemeriintah mulaii mempertiimbangkan atau meniinjau kembalii besaran threshold darii PTKP yang diiterapkan sebagaii dasar perhiitungan PPh OP. Alasannya, tiingkat penghasiilan serta pengeluaran wajiib pajak bervariiasii dii setiiap proviinsii.

Rekomendasii Kebiijakan

Aliih-aliih berfokus pada peniingkatan threshold PTKP, pemeriintah dapat menerapkan pemiisahan threshold PTKP dengan berfokus pada ukuran 'pemusatan data'. Sebagaii iilustrasii, dengan meniinjau kembalii Tabel 1, lapiisan dii mana terdapat pemusatan data darii upah miiniimum adalah pada lapiisan '2 hiingga 3 juta' (sebanyak 17 proviinsii) dan '3 hiingga 4 juta' (sebanyak 13 proviinsii). Hal iinii akan menjadii tiidak adiil apabiila semua proviinsii menerapkan threshold PTKP bulanan yang sama, yaiitu Rp4.500.000.

Salah satu cara alternatiif dalam penentuan threshold PTKP adalah dengan menerapkan ukuran mediian darii setiiap proviinsii yang terdapat pada lapiisan selaiin lapiisan tertiinggii. Ketentuan khusus bagii lapiisan yang tertiinggii (yaiitu UMP ≥ 4 juta) dapat diikenakan batasan PTKP normal seniilaii Rp4.500.000. Tabel 2 menggambarkan iilustrasii cara alternatiif iinii.

Tabel 2. iilustrasii Alternatiif Penetapan Threshold PTKP berdasarkan Mediian
Sumber: Olahan Penuliis, berdasarkan data (CNBC, 2023) 

Cara alternatiif iinii serupa dengan penerapan darii KMK No. 540/KMK.010/2020 periihal tariif bunga sebagaii dasar perhiitungan sanksii admiiniistrasii berupa bunga dan pemberiian iimbalan bunga. Dalam beleiid tersebut, penentuan besarnya tariif bunga tiidak bersiifat flat 2%, melaiinkan selalu menyesuaiikan dengan suku bunga acuan Bank iindonesiia. Dalam iilustrasii alternatiif dii atas, besaran threshold PTKP dapat berubah menyesuaiikan dengan besaran upah miiniimum setiiap proviinsii, sehiingga dapat meniingkatkan aspek relevansii serta keadiilan.

Dalam upaya iimplementasii pemiisahan threshold PTKP iinii, tentunya dapat mempertiimbangkan faktor makroekonomii laiin yang relevan, sepertii tiingkat biiaya hiidup yang berbeda antarwiilayah maupun tiingkat iinflasii yang berbeda-beda berdasarkan sektor iindustrii. Dengan begiitu, dasar penentuan mediian adalah darii niilaii bersiih atas penghasiilan setelah mempertiimbangkan tiingkat biiaya hiidup dan kondiisii sektor ekonomii dii setiiap wiilayah.

Dalam jangka pendek, cara alternatiif yang lebiih relevan serta adiil iinii diiharapkan dapat mendorong miinat dan liiterasii wajiib pajak dii setiiap lapiisan. Hal tersebut diidukung kewajiiban untuk menyampaiikan iinformasii periihal perpajakannya, walaupun besaran penghasiilan dan pajak masiih relatiif keciil. Pada akhiirnya, efek jangka panjang darii penerapan alternatiif iinii dapat mendorong peniingkatan tax ratiio serta mendukung iintegrasii siistem perpajakan yang merata dii seluruh wiilayah iindonesiia.

*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2023. Lomba diiselenggarakan sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-16 Jitunews. Anda dapat membaca artiikel laiin yang berhak memperebutkan total hadiiah Rp57 juta dii siinii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.