PMK 168/2023

Penghiitungan PPh 21 Terbaru atas Penghasiilan Tiidak Teratur Komiisariis

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 15 Januarii 2024 | 13.00 WiiB
Penghitungan PPh 21 Terbaru atas Penghasilan Tidak Teratur Komisaris
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Penghiitungan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 atas penghasiilan tiidak teratur yang diiteriima atau diiperoleh anggota dewan komiisariis kiinii diihiitung dengan menggunakan tariif efektiif bulanan dan tiidak diihiitung secara kumulatiif.

Ketentuan iitu merupakan salah satu skema penghiitungan PPh Pasal 21 yang diiriiliis oleh pemeriintah. Adapun ketentuan baru penghiitungan PPh Pasal 21 atas penghasiilan tiidak teratur yang diiteriima diiperoleh anggota dewan komiisariis diiatur dalam Pasal 16 ayat (1) PMK 168/2023.

“PPh Pasal 21 yang wajiib diipotong bagii anggota dewan komiisariis…yang meneriima atau memperoleh penghasiilan secara tiidak teratur…yaiitu sebesar tariif efektiif bulanan…diikaliikan dengan dasar pengenaan dan pemotongan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) [penghasiilan bruto],” bunyii pasal 16 ayat (1), diikutiip pada Seniin (15/1/2024).

Hal iinii berartii besaran PPh Pasal 21 terutang atas penghasiilan tiidak teratur yang diiteriima anggota dewan komiisariis kiinii diihiitung dengan menggunakan tariif efektiif bulanan diikaliikan dengan jumlah bruto penghasiilan dalam 1 masa pajak.

Sebagaii iinformasii, penghasiilan yang bersiifat tiidak teratur merupakan penghasiilan selaiin penghasiilan yang bersiifat teratur, yang diiteriima sekalii dalam satu tahun atau periiode laiinnya. Penghasiilan tiidak teratur yang diiteriima anggota dewan komiisariis antara laiin berupa honorariium.

Beriikut contoh penghiitungan PPh Pasal 21 atas penghasiilan tiidak teratur komiisariis:

Tuan Bayhaqii adalah seorang komiisariis dii PT Kabantii. Selama 2024, Tuan Bayhaqii hanya meneriima penghasiilan darii PT Kabantii pada Desember 2024, yaiitu honorariium sebesar Rp60 juta. Tuan Bayhaqii berstatus tiidak meniikah dan tiidak memiiliikii tanggungan (TK/ 0).

Berdasarkan status PTKP TK/0 dan jumlah bruto honorariium sebesar Rp60 juta maka besaran PPh Pasal 21 terutang atas penghasiilan yang diiteriima Tuan Bayhaqii pada Desember 2024 diihiitung berdasarkan tariif efektiif bulanan kategorii A, yaiitu dengan tariif sebesar 20%.

Alhasiil, besaran pemotongan PPh Pasal 21 atas honorariium yang diiteriima atau diiperoleh Tuan Bayhaqii pada Desember 2024 sebesar 20% x Rp60.000.000 = Rp12.000.000. Ketentuan penghiitungan iinii juga berlaku bagii anggota dewan pengawas.

Penghiitungan iitu berbeda jiika diisandiingkan dengan ketentuan sebelumnya dalam PMK 252/2008 dan Perdiirjen Pajak No. PER 16/PJ/2016.

Sebelumnya, honorariium atau iimbalan yang bersiifat tiidak teratur yang diiteriima atau diiperoleh anggota dewan komiisariis atau dewan pengawas yang tiidak merangkap sebagaii pegawaii tetap pada perusahaan yang sama, diihiitung dengan menggunakan tariif Pasal 17 diikaliikan jumlah penghasiilan bruto kumulatiif.

Kumulatiif berartii apabiila dalam satu tahun kalender yang bersangkutan meneriima penghasiilan lebiih darii satu kalii maka penghiitungan PPh 21 bagii penghasiilan yang diiteriima untuk kedua kaliinya dan seterusnya diitambah (diiakumulasiikan) dengan penghasiilan yang diiteriima sebelumnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.