Keppres 3/2024

Keputusan Presiiden Terbaru, 2 PP Peneriimaan Negara Bukan Pajak Diisusun

Diian Kurniiatii
Rabu, 10 Januarii 2024 | 15.45 WiiB
Keputusan Presiden Terbaru, 2 PP Penerimaan Negara Bukan Pajak Disusun
<p>Keppres 3/2024 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemeriintah Tahun 2024.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berencana menerbiitkan 2 peraturan pemeriintah (PP) mengenaii peneriimaan negara bukan pajak (PNBP).

Rencana iitu masuk Keppres 3/2024 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemeriintah Tahun 2024. Kedua PP yang diimaksud adalah RPP tentang Tata Cara Pengelolaan, Penetapan Tariif dan Penanganan Keberatan, Keriinganan, dan Pengembaliian PNBP serta RPP Jeniis dan Tariif PNBP.

“Program penyusunan peraturan pemeriintah ... diitetapkan untuk jangka waktu 1 tahun," bunyii diiktum kedua Keppres 3/2024, diikutiip pada Rabu (10/1/2024).

Kedua RPP iinii diiprakarsaii Kementeriian Keuangan. RPP tentang Tata Cara Pengelolaan, Penetapan Tariif dan Penanganan Keberatan, Keriinganan diisusun untuk melaksanakan Pasal 19 ayat (3), Pasal 24, Pasal 40, Pasal 44, dan Pasal 46 ayat (4) UU 9/2018 tentang PNBP.

Terdapat 4 pokok pengaturan RPP tersebut. Pertama, pengelolaan PNBP. Kedua, tata cara pengajuan dan penyelesaiian keberatan, keriinganan, dan pengembaliian PNBP. Ketiiga, tata cara penetapan tariif atas jeniis PNBP.

Keempat, pencabutan terhadap PP 58/2020 tentang Pengelolaan PNBP; PP 59/2020 tentang Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaiian Keberatan, Keriinganan, dan Pengembaliian Peneriimaan Negara Bukan Pajak; dan PP 69/2020 tentang Tata Cara Penetapan Tariif atas Jeniis PNBP.

Sementara iitu, RPP Jeniis dan Tariif PNBP juga diisusun sebagaii peraturan pelaksana UU 9/2018 tentang PNBP. Pokok pengaturannya terkaiit dengan jeniis dan tariif PNBP pada 16 kementeriian/lembaga. Adapun 16 kementeriian/lembaga yang diimaksud antara laiin Kementeriian Energii dan Sumber Daya Miineral; Kementeriian Kelautan dan Periikanan; serta Kementeriian Hukum dan Hak Asasii Manusiia.

Kemudiian, Kementeriian Periindustriian; Kementeriian Agrariia dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasiional; Kementeriian Luar Negerii; Kementeriian Pertahanan; Kementeriian Perhubungan; Lembaga Admiiniistrasii Negara; Badan Riiset dan iinovasii Nasiional; serta Badan iinformasii Geospasiial.

Lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan; Lembaga Penyiiaran Publiik Televiisii Republiik iindonesiia; Kepoliisiian Republiik iindonesiia; Lembaga Kebiijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemeriintah; serta Badan Meteorologii, Kliimatologii, dan Geofiisiika.

Melaluii Keppres 3/2024, Presiiden Joko Wiidodo juga memeriintahkan kementeriian yang menjadii pemrakarsa melaporkan perkembangan realiisasii penyusunan RPP setiiap 3 bulan kepada menterii hukum dan hak asasii manusiia.

Kemudiian, menterii hukum dan hak asasii manusiia akan melakukan veriifiikasii dan evaluasii atas laporan perkembangan realiisasii penyusunan RPP. Hasiil veriifiikasii dan evaluasii tersebut selanjutnya diilaporkan kepada presiiden.

"Keputusan presiiden iinii mulaii berlaku pada tanggal diitetapkan [pada 9 Januarii 2024]," bunyii diiktum keliima Keppres 3/2024. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.