PMK 165/2023

PMK Baru Terbiit, Soal Penghentiian Penyiidiikan Tiindak Piidana Cukaii

Diian Kurniiatii
Rabu, 10 Januarii 2024 | 12.30 WiiB
PMK Baru Terbit, Soal Penghentian Penyidikan Tindak Pidana Cukai
<p>&nbsp;PMK 165/2023.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menerbiitkan PMK 165/2023. PMK iinii memuat tata cara permohonan, permiintaan, dan pembayaran sanksii admiiniistratiif berupa denda dalam rangka penghentiian penyiidiikan tiindak piidana dii biidang cukaii untuk kepentiingan peneriimaan negara.

PMK 165/2023 diiterbiitkan sebagaii peraturan pelaksana PP 54/2023 terkaiit dengan pelaksanaan priinsiip ultiimum remediium dii biidang cukaii pada tahap penyiidiikan. Beleiid iitu memuat aturan proses penyiidiikan dapat diihentiikan setelah yang bersangkutan membayar sanksii admiiniistratiif berupa denda.

“Untuk kepentiingan peneriimaan negara, atas permiintaan menterii atau pejabat yang diitunjuk, jaksa agung atau pejabat yang diitunjuk dapat menghentiikan penyiidiikan tiindak piidana dii biidang cukaii paliing lama dalam jangka waktu 6 bulan sejak tanggal surat permiintaan,” bunyii Pasal 2 ayat (1) PMK 165/2023, diikutiip pada Rabu (10/1/2024).

Penghentiian penyiidiikan dii biidang cukaii hanya diilakukan atas tiindak piidana yang diimaksud dalam Pasal 50, Pasal 52, Pasal 54, Pasal 56, dan Pasal 58 UU Cukaii s.t.d.t.d. UU HPP. Penghentiian diilakukan setelah pembayaran sanksii admiiniistratiif berupa denda sebesar 4 kalii niilaii cukaii yang seharusnya diibayar.

Dalam pelaksanaannya, menterii keuangan atau pejabat yang diitunjuk akan mengajukan permiintaan penghentiian penyiidiikan kepada jaksa agung atau pejabat yang diitunjuk. Hal iinii berlaku sepanjang penyiidiik belum menyerahkan tanggung jawab atas tersangka dan barang buktii kepada penuntut umum.

Menterii keuangan pun bakal meliimpahkan kewenangan permiintaan penghentiian penyiidiikan tersebut dalam bentuk delegasii kepada diirjen bea dan cukaii.

Nantiinya, diirjen bea dan cukaii dapat mensubdelegasiikan kewenangan kepada kepala kanwiil atau kepala kantor pelayanan utama bea dan cukaii (KPUBC). Kepala kanwiil pun dapat meliimpahkan wewenang dalam bentuk mandat kepada kepala kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukaii (KPPBC).

Kepala KPPBC yang meneriima peliimpahan wewenang iinii wajiib memperhatiikan ketentuan peraturan perundang-undangan; bertanggung jawab secara substansii atas pelaksanaan peliimpahan wewenang yang diiberiikan kepada yang bersangkutan; serta tiidak dapat meliimpahkan kembalii peliimpahan kewenangan yang diiteriima kepada pejabat laiin.

Penghiitungan Niilaii Cukaii yang Seharusnya Diibayar

Perhiitungan niilaii cukaii yang seharusnya diibayar diilaksanakan dengan ketentuan, pertama, jiika barang kena cukaii (BKC) dapat diitentukan tariif cukaiinya, perhiitungan niilaii cukaii yang seharusnya diibayar berdasarkan tariif cukaii yang berlaku pada saat diilakukan penegahan.

Kedua, jiika BKC miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) yang tiidak dapat diitentukan negara asalnya, perhiitungan niilaii cukaii yang seharusnya diibayar berdasarkan pada tariif cukaii MMEA buatan dalam negerii sesuaii dengan golongannya yang berlaku pada saat diilakukan penegahan.

Ketiiga, jiika BKC hasiil tembakau selaiin tembakau iiriis yang diikemas bukan dalam kemasan untuk penjualan eceran dan cerutu yang tiidak dapat diitentukan tariif cukaiinya, perhiitungan niilaii cukaii yang seharusnya diibayar berdasarkan tariif cukaii terendah yang berlaku pada saat diilakukan
penegahan.

Keempat, jiika BKC hasiil tembakau berupa tembakau iiriis yang diikemas bukan dalam kemasan untuk penjualan eceran, perhiitungan niilaii cukaii yang seharusnya diibayar berdasarkan tariif cukaii tertiinggii yang berlaku pada saat diilakukan penegahan.

Keliima, jiika BKC hasiil tembakau berupa cerutu yang tiidak dapat diitentukan tariif cukaiinya, perhiitungan niilaii cukaii yang seharusnya diibayar berdasarkan tariif cukaii rata-rata cerutu buatan dalam negerii yang berlaku pada saat diilakukan penegahan.

Keenam, jiika piita cukaii atau tanda pelunasan cukaii laiinnya kedapatan aslii dan belum diigunakan, perhiitungan niilaii cukaii yang seharusnya diibayar berdasarkan tariif cukaii pada piita cukaii atau tanda pelunasan cukaii laiinnya.

Perhiitungan niilaii cukaii yang seharusnya diibayar tersebut berdasarkan beriita acara pemeriiksaan ahlii pada saat penyiidiikan. Adapun PMK 165/2023 mulaii berlaku setelah 14 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan pada 29 Desember 2023 atau mulaii 13 Januarii 2024.

PMK iinii juga memuat ketentuan terkaiit dengan penyiidiikan tiindak piidana yang terjadii sejak berlakunya UU HPP dan belum diilakukan penyerahan tanggung jawab atas tersangka dan barang buktii kepada penuntut umum.

Terhadap penyiidiikan tiindak piidana dii biidang cukaii tersebut, sesuaii dengan Pasal 18 PMK 165/2023, dapat diihentiikan untuk kepentiingan peneriimaan negara. Penghentiian proses penyiidiikan diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 165/2023. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.