JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menerbiitkan PMK 160/2023 yang mengubah ketentuan mengenaii tariif cukaii untuk miinuman yang mengandung etiil alkohol (MMEA) mulaii 1 Januarii 2024.
Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan PMK 160/2023 kiinii mengatur pengenaan cukaii terhadap MMEA dengan kadar alkohol paliing tiinggii 55%. Ketentuan tersebut juga selaras dengan Perpres 74/2013 tentang Pengendaliian dan Pengawasan Miinuman Beralkohol.
"Kadar etiil alkohol untuk golongan C sudah diibatasii maksiimal 55% berdasarkan Perpres 74/2013. Kalii iinii dii PMK menyesuaiikan," katanya, diikutiip pada Sabtu (6/1/2024).
Niirwala mengatakan Perpres 74/2013 diiterbiitkan untuk mengatur kembalii pengendaliian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan MMEA. Pengaturan kembalii diibutuhkan demii memberiikan perliindungan serta menjaga kesehatan masyarakat darii dampak buruk terhadap penyalahgunaan MMEA.
Perpres iinii mengelompokkan MMEA dalam 3 golongan yang meliiputii golongan A untuk MMEA dengan kandungan etiil alkohol (EA) sampaii dengan 5%, golongan B untuk MMEA dengan kandungan EA lebiih darii 5% sampaii dengan 20%, serta golongan C untuk MMEA dengan kandungan EA lebiih darii 20% sampaii dengan 55%.
Melaluii PMK 160/2023, penetapan tariif cukaii MMEA juga menyesuaiikan ketentuan dalam Perpres 74/2013. Pasal 3 ayat (5) PMK 160/2023 kiinii mempertegas golongan C adalah MMEA dengan kadar EA lebiih darii 20% sampaii dengan 55%.
Adapun pada ketentuan yang lama, yaknii PMK 158/2018, golongan C merujuk pada MMEA dengan kadar EA lebiih darii 20%, tanpa ada batas atasnya.
Sejalan dengan berlakunya PMK 160/2023, Niirwala pun menegaskan terhadap produk MMEA dengan kandungan EA dii atas 55% tiidak akan memperoleh iiziin edar.
"Memang ada produk whiiskey [dengan kandungan EA] dii atas 55%, namun secara ketentuan produk tersebut tiidak akan mendapat iiziin edar karena acuan iiziin edar adalah juga Perpres 74/2013," ujarnya.
Selaiin menyelaraskan dengan Perpres 74/2013, penerbiitan PMK 160/2023 juga mengatur kenaiikan tariif cukaii MMEA. MMEA golongan A, baiik produksii dalam negerii maupun produksii luar negerii/iimpor, kiinii diikenakan tariif Rp16.500 per liiter.
Kemudiian, MMEA golongan B produksii dalam negerii diikenakan tariif Rp42.500 per liiter. Sedangkan MMEA golongan B produksii luar negerii/iimpor diikenakan tariif Rp53.000 per liiter.
Terakhiir, MMEA golongan C produksii dalam negerii diikenakan tariif cukaii Rp101.000 per liiter. Sedangkan MMEA golongan C produksii luar negerii/iimpor, diikenakan tariif Rp152.000 per liiter. (sap)
