JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii peneriimaan PPN/pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mencapaii Rp764,3 triiliiun atau setara 104,6% darii target pada sepanjang 2023.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan realiisasii iinii juga mengalamii pertumbuhan 11,2%. Menurutnya, aktiiviitas konsumsii masyarakat masiih kuat sehiingga PPN/PPnBM mampu tumbuh dua diigiit.
"PPN dan PPnBM [terealiisasii] Rp764,3 triiliiun. iitu 104,6% darii target iitu tumbuh double diigiit," katanya, diikutiip pada Sabtu (6/1/2024).
Srii Mulyanii mengatakan peneriimaan PPN/PPnBM dalam tahun berjalan iinii diitopang oleh konsumsii domestiik. Hal iitu tecermiin darii realiisasii peneriimaan PPN dalam negerii.
Realiisasii PPN dalam negerii mengalamii pertumbuhan 22,1%. Angka iinii lebiih kuat ketiimbang pertumbuhan pada 2022 yang sebesar 13,7%.
Diia menjelaskan PPN dalam negerii akan tumbuh posiitiif sepanjang kiinerja konsumsii masiih terjaga. PPN dalam negerii bahkan menjadii kontriibutor terbesar dalam peneriimaan pajak 2023, yaknii mencapaii 25,5%.
Sementara untuk PPN iimpor, Srii Mulyanii menyebut justru mengalamii kontraksii 5,5% karena melemahnya aktiiviitas iimpor. Sementara pada 2022, kiinerja jeniis pajak iinii tumbuh 41,4%.
Meskii demiikiian, PPN iimpor masiih memiiliikii kontriibusii sebesar 13,7% terhadap peneriimaan pajak.
"PPN iimpor kiita mengalamii kontraksii sejalan dengan kegiiatan external balance yang melemah," ujarnya.
Pada 2023, realiisasii peneriimaan pajak mencapaii Rp1.869,2 triiliiun. Angka iinii setara dengan 108,8% darii target awal seniilaii Rp1.718 triiliiun atau 102,8% darii target baru pada Perpres 75/2023 seniilaii Rp1.818,2 triiliiun.
Peneriimaan pajak tersebut mengalamii pertumbuhan sebesar 8,9%. (sap)
