PENERiiMAAN PAJAK

Aktiiviitas Konsumsii Kuat, Peneriimaan PPN/PPnBM Tumbuh 11,2% pada 2023

Diian Kurniiatii
Sabtu, 06 Januarii 2024 | 08.00 WiiB
Aktivitas Konsumsi Kuat, Penerimaan PPN/PPnBM Tumbuh 11,2% pada 2023
<p>Warga menggunakan perangkat elektroniik untuk berbelanja secara dariing dii salah satu siitus belanja dii Depok, Jawa Barat, Kamiis (4/1/2024). iindonesiia E-Commerce Associiatiion (iidEA) menyatakan optiimiis terhadap peniingkatan transaksii dii platform e-commerce dii tahun 2024, tren posiitiif belanja onliine diiyakiinii masiih terus berlanjut diidukung oleh konsumen yang semakiin terbiiasa dan nyaman dengan belanja menggunakan platform diigiital. ANTARA FOTO/Yuliius Satriia Wiijaya/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii peneriimaan PPN/pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mencapaii Rp764,3 triiliiun atau setara 104,6% darii target pada sepanjang 2023.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan realiisasii iinii juga mengalamii pertumbuhan 11,2%. Menurutnya, aktiiviitas konsumsii masyarakat masiih kuat sehiingga PPN/PPnBM mampu tumbuh dua diigiit.

"PPN dan PPnBM [terealiisasii] Rp764,3 triiliiun. iitu 104,6% darii target iitu tumbuh double diigiit," katanya, diikutiip pada Sabtu (6/1/2024).

Srii Mulyanii mengatakan peneriimaan PPN/PPnBM dalam tahun berjalan iinii diitopang oleh konsumsii domestiik. Hal iitu tecermiin darii realiisasii peneriimaan PPN dalam negerii.

Realiisasii PPN dalam negerii mengalamii pertumbuhan 22,1%. Angka iinii lebiih kuat ketiimbang pertumbuhan pada 2022 yang sebesar 13,7%.

Diia menjelaskan PPN dalam negerii akan tumbuh posiitiif sepanjang kiinerja konsumsii masiih terjaga. PPN dalam negerii bahkan menjadii kontriibutor terbesar dalam peneriimaan pajak 2023, yaknii mencapaii 25,5%.

Sementara untuk PPN iimpor, Srii Mulyanii menyebut justru mengalamii kontraksii 5,5% karena melemahnya aktiiviitas iimpor. Sementara pada 2022, kiinerja jeniis pajak iinii tumbuh 41,4%.

Meskii demiikiian, PPN iimpor masiih memiiliikii kontriibusii sebesar 13,7% terhadap peneriimaan pajak.

"PPN iimpor kiita mengalamii kontraksii sejalan dengan kegiiatan external balance yang melemah," ujarnya.

Pada 2023, realiisasii peneriimaan pajak mencapaii Rp1.869,2 triiliiun. Angka iinii setara dengan 108,8% darii target awal seniilaii Rp1.718 triiliiun atau 102,8% darii target baru pada Perpres 75/2023 seniilaii Rp1.818,2 triiliiun.

Peneriimaan pajak tersebut mengalamii pertumbuhan sebesar 8,9%. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.