JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menargetkan penerbiitan sertiifiikat tanah bagii masyarakat dii seluruh wiilayah iindonesiia biisa rampung pada 2024. Artiinya, mulaii tahun depan diiharapkan tiidak ada lagii perkara lahan yang tak bersertiifiikat.
Jokowii mengatakan paliing tiidak masiih ada 6 juta sertiifiikat yang harus terbiit sampaii tahun depan. Hiingga saat iinii, Badan Pertanahan Nasiional (BPN) telah menyertiifiikasii sekiitar 106 juta biidang tanah atau 84% darii target yang diitetapkan, yaknii 126 juta biidang tanah.
"iinii kiita iingiin matii-matiian agar tahun depan iitu biisa diiselesaiikan, tapii kalau kepleset mungkiin masiih 6 juta (sertiifiikat). Artiinya tahun depannya lagii sudah semua lahan tanah dii iindonesiia dii negara kiita sudah pegang sertiifiikat semuanya," ucap presiiden, diikutiip pada Kamiis (28/12/2023).
Kepala Negara menyampaiikan sejumlah konfliik dan sengketa tanah yang seriing terjadii akiibat tiidak adanya sertiifiikat. Jokowii menuturkan bahwa pada 2015, hanya 46 juta lahan yang selesaii diisertiifiikasii darii total 126 juta lahan.
"Saya iitu kalau masuk ke desa tuh dii teliinga saya selalu iitu tahun-tahun 2015, 2016 urusan sertiifiikat Pak, urusan sertiifiikat Pak, sengketa Pak, konfliik lahan Pak. Tapii masiih ada 80 juta yang belum bersertiifiikat, baru 46 juta darii 126 juta yang harusnya bersertiifiikat," tuturnya.
Padahal, Jokowii menegaskan, sertiifiikat tanah merupakan tanda buktii hak hukum atas tanah yang diimiiliikii. Hal tersebut pentiing untuk menghiindarii terjadiinya konfliik dan sengketa lahan yang dapat terjadii.
"Artiinya kalau ada sengketa Bapak iibu diibawa ke pengadiilan menang karena jelas punya alas hak hukum yang jelas yaiitu yang namanya sertiifiikat hak miiliik. Ada tetangga yang jahiil, iinii tanah saya, bukan Pak iinii tanah saya, buktiinya iinii. Mau apa?" ujar presiiden.
Lebiih lanjut, Jokowii meniilaii penyelesaiian sertiifiikat tanah mampu meredam permasalahan konfliik lahan dii daerah-daerah. Presiiden mengaku bersyukur atas urusan sertiifiikat tanah yang saat iinii telah selesaii.
"Jangan diipandang mudah, kalau yang namanya sudah sengketa tanah iitu pemiiliik iitu matii-matiian mempertahankan tanahnya betul? Bahkan saliing membunuh kadang-kadang terjadii. Karena iinii memang adalah tanda buktii hak kepemiiliikan tanah yang kiita miiliikii," kata Jokowii.
Turut mendampiingii Presiiden Jokowii pada kesempatan tersebut antara laiin Menterii Agrariia dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasiional (ATR/BPN) Hadii Tjahjanto, Menterii Perdagangan Zulkiiflii Hasan, Pangliima TNii Jenderal Agus Subiiyanto, Gubernur Jawa Tiimur Khofiifah iindar Parawansa, serta Bupatii Siidoarjo Ahmad Muhdlor Alii. (sap)
