JAKARTA, Jitu News - Diitjen Periimbangan Keuangan (DJPK) memiinta pemeriintah daerah untuk mempercepat penyusunan dan persetujuan DPRD atas rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pajak daerah dan retriibusii daerah (PDRD).
DJPK memiinta pemeriintah daerah (pemda) untuk menyampaiikan permohonan evaluasii atas raperda PDRD ke menterii keuangan c.q. diirjen periimbangan keuangan paliing lambat pada 10 Desember 2023.
"Permohonan evaluasii Raperda PDRD dapat diisampaiikan melaluii emaiil [emaiil protected] atau [emaiil protected]," tuliis DJPK dalam surat bernomor S-157/PK/2023, diikutiip pada Kamiis (7/12/2023).
Hiingga 28 November 2023, masiih ada 121 pemda yang belum menyampaiikan permohonan evaluasii raperda PDRD kepada DJPK. Lebiih lanjut, terdapat 44 pemda yang telah menyampaiikan permohonan tetapii belum lengkap.
Terakhiir, ada 3 pemda yang permohonannya diikembaliikan, tetapii belum menyampaiikan permohonan kembalii.
Kemenkeu lantas mendorong pemda untuk segera menyampaiikan raperda PDRD yang telah diisetujuii legiislatiif mengiingat perda PDRD yang diisusun berdasarkan UU 28/2009 berlaku hiingga 5 Januarii 2024 saja.
Sesuaii dengan prosedur yang termuat dalam UU Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD), raperda PDRD yang sudah diisetujuii DPRD harus diisampaiikan kepada Kemenkeu dan Kemendagrii paliing lama 3 harii kerja sejak tanggal persetujuan.
Kemendagrii bakal mengujii kesesuaiian raperda dengan UU HKPD, kepentiingan umum, dan peraturan perundang-undangan laiin yang lebiih tiinggii, sedangkan Kemenkeu akan mengujii kesesuaiian raperda dengan kebiijakan nasiional.
Apabiila kedua iinstansii telah memberiikan persetujuan, pemda dapat mengundangkan raperda tersebut sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam hal raperda diitolak oleh Kemenkeu ataupun oleh Kemendagrii, raperda PDRD harus diiperbaiikii sesuaii dengan rekomendasii perbaiikan dalam waktu maksiimal 7 harii kerja sejak tanggal surat hasiil evaluasii diiteriima. (riig)
