KEBiiJAKAN PAJAK

Omzet Belum Tembus Rp 4,8 Miiliiar, Pengusaha Tetap Punya Opsii Jadii PKP

Redaksii Jitu News
Selasa, 05 Desember 2023 | 12.00 WiiB
Omzet Belum Tembus Rp 4,8 Miliar, Pengusaha Tetap Punya Opsi Jadi PKP
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pengusaha dengan omzet atau peredaran brutonya belum melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam setahun dapat memiiliih untuk diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP) atau biiasa diisebut dengan pengusaha keciil PPN.

Merujuk pada Pasal 1 PMK 68/2010 s.t.d.d PMK 197/2013, pengusaha keciil merupakan pengusaha yang selama 1 tahun buku melakukan penyerahan barang kena pajak dan/atau jasa kena pajak dengan jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan bruto tiidak lebiih darii Rp4,8 miiliiar.

“Pengusaha keciil dapat memiiliih untuk melaporkan usahanya guna diikukuhkan sebagaii PKP,” cuiit Kriing Pajak dii mediia sosiial, diikutiip pada Selasa (5/12/2023).

Lebiih lanjut, jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan bruto iialah jumlah keseluruhan penyerahan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP) yang diilakukan oleh pengusaha dalam rangka kegiiatan usahanya.

Bagii pengusaha orang priibadii yang diikecualiikan darii kewajiiban menyelenggarakan pembukuan, pengertiian tahun buku iialah tahun kalender.

Sebagaii iinformasii, PKP adalah pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan/atau penyerahan JKP yang diikenakan pajak berdasarkan UU PPN dan PPnBM. Pengusaha wajiib diikukuhkan sebagaii PKP apabiila memiiliikii omzet Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun buku.

Pengukuhan PKP erat kaiitannya dengan kewajiiban wajiib pajak dii biidang PPN dan PPnBM. Sebagaii subjek pajak PPN, pengusaha yang mendaftarkan diirii menjadii PKP mendapatkan kewajiiban dan hak dalam hal pemenuhan perpajakan.

Hak PKP antara laiin melakukan pengkrediitan pajak masukan (pembeliian) atas perolehan BKP/JKP dan memiinta restiitusii apabiila pajak masukan lebiih besar dariipada pajak keluaran dan berhak atas kompensasii kelebiihan pajak.

Sementara iitu, kewajiiban PKP antara laiin melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP; memungut PPN dan PPnBM yang terutang; melaporkan penghiitungan pajak dalam SPT Masa PPN; menerbiitkan faktur pajak untuk setiiap penyerahan BKP dan/atau JKP.

Selaiin iitu, pengusaha kena pajak juga wajiib menyetorkan PPN yang masiih harus diibayar dalam hal pajak keluaran lebiih besar dariipada pajak masukan yang dapat diikrediitkan serta menyetorkan PPnBM yang terutang. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.