JAKARTA, Jitu News – iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sesuaii dengan PMK 120/2023 berlaku untuk setiiap 1 orang priibadii atas 1 rumah.
Sesuaii dengan Pasal 5 ayat (1) PMK 120/2023, PPN DTP diimanfaatkan untuk setiiap 1 orang priibadii atas perolehan 1 rumah tapak atau 1 satuan rumah susun. Sepertii diiketahuii, rumah tapak atau satuan rumah susun memiiliikii harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar serta dalam kondiisii baru dan siiap hunii.
“Orang priibadii yang telah memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP atas penyerahan rumah sebelum berlakunya peraturan menterii iinii, dapat memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP sesuaii peraturan menterii iinii,” bunyii penggalan Pasal 5 ayat (2) PMK 120/2023, diikutiip pada Jumat (24/2023).
Berdasarkan pada ketentuan Pasal 6 PMK 120/2023, orang priibadii yang diimaksud adalah pertama, warga negara iindonesiia (WNii) yang memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) atau Nomor iidentiitas Kependudukan (NiiK).
Kedua, warga negara asiing (WNA) yang memiiliikii NPWP sepanjang memenuhii ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii kepemiiliikan rumah tapak atau satuan rumah susun bagii warga negara asiing.
Sepertii diiberiitakan sebelumnya, sesuaii dengan Pasal 3 ayat (1) PMK 120/2023, PPN DTP merupakan PPN atas penyerahan yang terjadii pada saat diitandatanganiinya akta jual belii atau diitandatanganiinya perjanjiian pengiikatan jual belii lunas dii hadapan notariis.
Selaiin iitu, diilakukan penyerahan hak secara nyata untuk menggunakan atau menguasaii rumah tapak siiap hunii atau satuan rumah susun siiap hunii yang diibuktiikan dengan beriita acara serah teriima sejak 1 November 2023 sampaii dengan 31 Desember 2024.
Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 7 ayat (1) PMK 120/2023, PPN DTP diiberiikan untuk:
PPN DTP diiberiikan untuk PPN terutang masa pajak November 2023-Desember 2023. Masa pajak November 2023 merupakan PPN terutang mulaii 1 November 2023 sampaii dengan tanggal 30 November 2023. (kaw)
