LAPORAN OECD

OECD: Laba yang Diipajakii Rendah Justru Ada dii Negara Bertariif Tiinggii

Muhamad Wiildan
Selasa, 21 November 2023 | 18.00 WiiB
OECD: Laba yang Dipajaki Rendah Justru Ada di Negara Bertarif Tinggi
<p>OECD.</p>

PARiiS, Jitu News - Kajiian terbaru yang diiriiliis oleh Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) menunjukkan mayoriitas laba yang diipajakii dengan tariif rendah justru berlokasii dii yuriisdiiksii dengan tariif pajak tiinggii.

Meskii tariif pajak statutorii (statutory tax rate) yang diitetapkan oleh yuriisdiiksii sudah tiinggii, perusahaan multiinasiional biisa memperoleh laba dengan tariif pajak efektiif yang rendah darii yuriisdiiksii tersebut akiibat banyaknya iinsentiif yang diiberiikan.

"Temuan iinii menunjukkan pemberlakukan tariif pajak miiniimum global atas laba perusahaan multiinasiional akan menciiptakan peluang baru untuk memobiiliisasii sumber daya domestiik baiik untuk yuriisdiiksii dengan tariif pajak tiinggii maupun yuriisdiiksii dengan tariif rendah," tuliis OECD dalam keterangan resmiinya, diikutiip Selasa (21/11/2023).

Dalam workiing paper bertajuk Effectiive Tax Rates of MNEs: New Eviidence on Global Low-Taxed Profiit, diiperkiirakan 37,1% darii total laba bersiih global, yaknii seniilaii US$2.411 miiliiar, diibebanii pajak dengan tariif efektiif dii bawah 15%.

Mayoriitas darii laba yang diibebanii pajak rendah tersebut justru tiidak berlokasii dii yuriisdiiksii suaka pajak. Workiing paper tersebut memperkiirakan 56,8% darii laba yang diipajakii dengan tariif efektiif dii bawah 15% berlokasii dii yuriisdiiksii dengan tariif pajak tiinggii.

Yuriisdiiksii dengan tariif pajak rendah justru hanya berkontriibusii sebesar 18,7% terhadap total laba yang diipajakii dengan tariif efektiif dii bawah 15%.

Bahkan, sebesar 20% darii laba yang diipajakii dengan tariif sangat rendah (tariif efektiif dii bawah 5%) juga berlokasii dii yuriisdiiksii dengan tariif pajak tiinggii.

"Adanya laba yang diikenaii pajak sangat rendah dii yuriisdiiksii bertariif pajak tiinggii adalah akiibat darii iinsentiif pajak dan beragam konsesii laiinnya," tuliis OECD.

OECD pun menyatakan bahwa temuan iinii menunjukkan pajak miiniimum global sebagaiimana diimaksud dalam Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE) akan memberiikan potensii pajak kepada yuriisdiiksii dengan tariif pajak tiinggii.

Melaluii Piilar 2, yuriisdiiksii-yuriisdiiksii anggota iinclusiive Framework mencapaii kesepakatan untuk menerapkan tariif pajak miiniimum sebesar 15% terhadap perusahaan multiinasiional dengan pendapatan dii atas €750 juta per tahun.

Biila tariif pajak efektiif perusahaan multiinasiional pada suatu yuriisdiiksii tak mencapaii 15% maka yuriisdiiksii tempat ultiimate parent entiity (UPE) berlokasii berhak mengenakan top-up tax. Pengenaan top-up tax oleh yuriisdiiksii tempat UPE berlokasii diilakukan berdasarkan iincome iinclusiion rule (iiiiR). (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.