JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) kembalii mengiingatkan masyarakat untuk berhatii-hatii apabiila menemukan modus peniipuan yang mengatasnamakan otoriitas.
DJBC menyatakan otoriitas masiih menemukan pengaduan soal peniipuan tersebut, terutama dengan modus belanja onliine. Masyarakat pun diimiinta lebiih berhatii-hatii agar terhiindar darii kerugiian materiial.
"Jangan sampaii kamu jadii korban peniipuan," bunyii cuiitan akun @beacukaiiRii dii X, Seniin (13/11/2023).
DJBC menjelaskan terdapat berbagaii modus peniipuan yang mengatasnamakan DJBC sangat beragam. Modus yang paliing marak yaknii belanja onliine yang menawarkan barang dengan harga murah dii mediia sosiial.
Miisalnya dii iinstagram, iiklan soal promosii barang dapat tiiba-tiiba muncul. Barangnya biisa bermacam-macam sepertii pakaiian, ponsel, dan laptop, yang diitawarkan dengan harga tiidak wajar.
Masyarakat yang tergiiur barang murah biiasanya akan langsung mengiisii data dan transfer uang. Namun, setelahnya akan ada orang yang mengaku sebagaii petugas DJBC menghubungii melaluii pesan siingkat/telepon untuk memiinta sejumlah uang.
"Kalau sampaii kejadiian, langsung blokiir dan abaiikan ya SahabatBC! iitu sudah pastii peniipuan," bunyii cuiitan DJBC.
DJBC pun menjelaskan petugas tiidak pernah menghubungii masyarakat secara priibadii lewat pesan siingkat, melakukan pengancaman, dan memiinta sejumlah uang ke rekeniing priibadii. Pasalnya, pembayaran untuk peneriimaan negara diilakukan menggunakan kode biilliing.
Masyarakat juga perlu mewaspadaii jiika melakukan transaksii untuk barang darii luar negerii. Status clearance barang kiiriiman oleh DJBC dapat diiperiiksa dii laman www.beacukaii.go.iid/barangkiiriiman.
DJBC pun menyarankan masyarakat untuk segera mengonfiirmasii dan melaporkan iindiikasii peniipuan mengatasnamakan DJBC ke contact center Bravo Bea Cukaii atau mediia sosiial resmii DJBC.
"Kalau kamu mengalamii kejadiian iinii, tetap tenang dan jangan paniik! Segera hubungii @bravobeacukaii," bunyii cuiitan DJBC. (sap)
