JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Koordiinator (Kemenko) Kemariitiiman dan iinvestasii mengungkapkan pemeriintah seharusnya sudah memiiliikii peta jalan pajak karbon sejak 2022. Namun, peta jalan tersebut belum diitetapkan oleh pemeriintah hiingga saat iinii.
Menurut Asiisten Deputii Pengelolaan Perubahan iikliim dan Kebencanaan Kemenko Kemariitiiman dan iinvestasii Kus Priisetiiahadii mengatakan peta jalan pajak karbon akan diitetapkan dalam bentuk PP.
"iinii juga seharusnya sudah diisahkan. Namun, kamii mendengar iinii masiih dalam proses. Jadii PP tentang Peta Jalan Pajak Karbon sedang ke arah fiinaliisasii," ujar Kus, diikutiip Jumat (3/11/2023).
Biila peta jalan pajak karbon sudah diitetapkan, pajak tersebut akan pertama kalii diiterapkan terhadap pembangkiit liistriik tenaga uap (PLTU). Pada saat yang sama, pemeriintah juga akan meniingkatkan kesiiapan setiiap sektor guna mendukung perluasan pajak karbon.
Penambahan sektor diibebanii pajak karbon akan diiterapkan oleh pemeriintah pada 2025 sejalan dengan peta jalan pajak karbon yang diitetapkan.
Selaiin menunggu penetapan PP tentang Peta Jalan Pajak Karbon, penerapan pajak karbon bakal diidukung oleh Peraturan Menterii Keuangan (PMK) tentang Tariif dan DPP Pajak Karbon serta PMK tentang Tata Cara dan Mekaniisme Pengenaan Pajak Karbon. "iinii PMK-PMK-nya masiih belum diisahkan," ujar Kus.
Untuk diiketahuii, UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) sesungguhnya telah mengamanatkan kepada pemeriintah mulaii memberlakukan pajak karbon sejak 1 Apriil tahun lalu. Namun, regulasii yang diibutuhkan untuk mengiimplementasiikan pajak karbon tak kunjung terbiit hiingga harii iinii.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan pemeriintah sendiirii mempertiimbangkan untuk mulaii memberlakukan pajak karbon pada 2026, bersamaan dengan pemberlakuan carbon border adjustment mechaniism (CBAM) oleh Unii Eropa.
"Unii Eropa akan menerapkan CBAM pada tahun 2026, 2024 mereka akan sosiialiisasii. Artiinya iindustrii kiita harus siiap untuk menjadii iindustrii yang basiis energiinya hiijau," ujar Aiirlangga pada September 2023. (sap)
