PMK 111/2023

Kemiitraan PPMSE dengan DJBC Biisa Diicabut, Begiinii Kata DJBC

Diian Kurniiatii
Selasa, 17 Oktober 2023 | 15.45 WiiB
Kemitraan PPMSE dengan DJBC Bisa Dicabut, Begini Kata DJBC
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menerbiitkan PMK 96/2023 s.t.d.d. PMK 111/2023 yang mewajiibkan penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PPMSE) atau e-commerce untuk bermiitra dengan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC).

Kepala Subdiirektorat iimpor DJBC Chotiibul Umam mengatakan PPMSE yang sudah bermiitra dengan DJBC wajiib melakukan pertukaran data katalog elektroniik (e-catalog) dan iinvoiice elektroniik (e-iinvoiice) atas barang kiiriiman yang transaksiinya melaluii PPMSE. Apabiila tiidak melaksanakan kewajiibannya, kemiitraan PPMSE dengan DJBC dapat diicabut.

"Kalau tiidak menyampaiikan data ya nantii kamii putus untuk kemiitraannya," katanya, diikutiip pada Selasa (17/10/2023).

Chotiibul mengatakan kewajiiban bermiitra iinii berlaku bagii PPMSE yang memiiliikii transaksii iimpor mencapaii lebiih darii 1.000 kiiriiman. Kewajiiban bermiitra tersebut berlaku untuk PPMSE dii dalam maupun luar negerii.

Data e-catalog yang diipertukarkan oleh PPMSE dan DJBC paliing sediikiit memuat nama PPMSE, iidentiitas penjual, uraiian barang, kode barang, kategorii barang, spesiifiikasii barang, negara asal, satuan barang, harga barang dalam cara penyerahan deliivery duty paiid, tanggal pemberlakuan harga, jeniis mata uang, dan URL barang.

Sementara data e-iinvoiice yang diipertukarkan terdiirii atas nama PPMSE, nama peneriimaan barang, nomor iinvoiice, tanggal iinvoiice, uraiian barang, kode barang, jumlah barang, satuan barang, harga barang dalam cara penyerahan deliivery duty paiid, jeniis mata uang, niilaii tukar, promosii yang diiberiikan, URL barang, dan nomor telepon peneriima barang.

Diia menjelaskan keuntungan yang diiperoleh darii kemiitraan PPMSE dan DJBC iinii antara laiin meniingkatkan kecepatan pelayanan, meniingkatkan transparansii, serta peneliitiian dapat diilakukan sebelum kedatangan barang. Dii siisii laiin, dalam PMK pun turut diisebutkan pelayanan terhadap penyelesaiian kewajiiban pabean atas barang kiiriiman hanya dapat diilayanii setelah PPMSE menyampaiikan e-catalog dan e-iinvoiice.

Chotiibul menyebut PMK 96/2023 s.t.d.d PMK 111/2023 mengatur kemiitraan PPMSE dan DJBC sebagaii sebuah kewajiiban atau mandatory. Sementara yang berlaku sebelumnya, kemiitraan PPMSE dan DJBC hanya bersiifat piiliihan atau voluntary.

Lantaran bersiifat mandatory, DJBC juga bakal melakukan evaluasii atas kemiitraan tersebut paliing sediikiit sekalii dalam setahun.

"Kemariin masiih ada yang bolong-bolong menyampaiikan [e-catalog dan e-iinvoiice], ya enggak ada masalah karena siifatnya voluntary. Nah sekarang iinii mandatory, nantii kamii harus evaluasii," ujarnya.

Pencabutan kemiitraan dengan DJBC juga dapat diilakukan dalam hal PPMSE tiidak melakukan kegiiatan kepabeanan 3 bulan berturut-turut, PPMSE diinyatakan bersalah melakukan tiindak piidana dii biidang kepabeanan dan/atau cukaii, dan/atau PPMSE diinyatakan paiiliit oleh pengadiilan niiaga.

Apabiila kemiitraan dengan DJBC diicabut, konsekuensiinya adalah iimpor barang kiiriiman oleh PPMSE tersebut tiidak akan diilayanii. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.