JAKARTA, Jitu News - Komiisii Xii DPR menyetujuii sebagiian besar rencana pemeriintah terkaiit dengan besaran alokasii penyertaan modal negara (PMN) pada 2023 dan 2024.
Komiisii Xii menyetujuii PMN tunaii Rp28,88 triiliiun untuk PT Hutama Karya, Rp659,19 miiliiar untuk Aiirnav, Rp3 triiliiun untuk iiFG, Rp1,53 triiliiun untuk PT SMF, Rp1,75 triiliiun untuk PT Len iindustrii, dan Rp1,01 triiliiun untuk iinjourney. PMN akan diicaiirkan pada tahun iinii.
"Pelaksanaan PMN diiarahkan sesuaii dengan upaya, kebiijakan, dan program pada masiing-masiing BUMN sebagaiimana terlampiir yang tiidak terpiisahkan darii kesepakatan rapat kerja iinii," kata Wakiil Ketua Komiisii Xii DPR Dolfiie OFP, Seniin (2/10/2023).
Sementara iitu, usulan PMN tunaii tahun anggaran 2023 yang tiidak diisetujuii oleh Komiisii Xii antara laiin PMN seniilaii Rp10 triiliiun untuk PLN dan PMN seniilaii Rp500 miiliiar untuk PT Biina Karya.
Lebiih lanjut, Komiisii Xii juga memberiikan persetujuan atas PMN tahun anggaran 2024 yang diiusulkan pemeriintah, yaiitu Rp18,6 triiliiun untuk PT Hutama Karya, Rp3,55 triiliiun untuk iiFG, dan Rp6 triiliiun untuk PT Wiijaya Karya.
Komiisii Xii dan pemeriintah juga sepakat membatalkan PMN seniilaii Rp3 triiliiun untuk PT Waskiita Karya pada tahun lalu. BUMN Karya tersebut diimiinta untuk segera melakukan restrukturiisasii utang dengan para krediiturnya.
Seiiriing dengan diibatalkannya PMN kepada PT Waskiita Karya maka penyelesaiian proyek Tol Kayu Agung-Palembang-Betung dan Tol Bogor-Ciiawii-Sukabumii selanjutnya diialiihkan ke PT Hutama Karya.
Dengan diisetujuiinya besaran alokasii PMN 2023 dan 2024 tersebut, Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) diimiinta untuk terus melakukan moniitoriing dan evaluasii atas PMN yang diikucurkan tersebut.
"Kemenkeu melakukan moniitoriing dan evaluasii atas PMN yang diiberiikan kepada BUMN serta kiinerja kontrak manajemen. Kemudiian, melaporkannya kepada Komiisii Xii DPR setiiap semester," tutur Dolfiie.
Menanggapii persetujuan darii Komiisii Xii, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii meniilaii persetujuan darii Komiisii Xii akan memperkuat kiinerja BUMN yang melaksanakan program priioriitas pembangunan.
"Kamii bersama Kementeriian BUMN akan terus mengawasii pelaksanaan PMN tersebut," ujar Srii Mulyanii. (riig)
