RAPBN 2024

Pemeriintah Kembalii Wajiib Kantongii Restu DPR Jiika Tambah Penerbiitan SBN

Diian Kurniiatii
Rabu, 20 September 2023 | 10.05 WiiB
Pemerintah Kembali Wajib Kantongi Restu DPR Jika Tambah Penerbitan SBN
<p>Gedung Kemenkeu.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR sepakat untuk kembalii mewajiibkan pemeriintah mendapat persetujuan DPR sebelum menambah penerbiitan Surat Berharga Negara dalam RUU APBN 2024.

Diirjen Anggaran Kemenkeu iisa Rachmatarwata mengatakan bahwa UU APBN biiasanya memang menyediiakan ruang bagii pemeriintah untuk menambah penerbiitan SBN apabiila perkiiraan realiisasii peneriimaan negara tiidak sesuaii dengan target. Setelah sempat diihiilangkan, kiinii ayat yang mengatur persetujuan DPR soal penerbiitan SBN iinii kembalii muncul dii RUU APBN 2024.

"[Pasal 28] ayat 2 ada perubahan sesuaiikan dengan UU APBN Tahun 2022. iinii pengembaliian ke klausul lama," katanya dalam rapat bersama Banggar DPR, diikutiip pada Rabu (20/9/2023).

iisa mengatakan Pasal 28 ayat (1) RUU APBN 2024 mengatur pemeriintah dapat melakukan beberapa langkah dalam hal perkiiraan realiisasii peneriimaan negara tiidak sesuaii dengan target, adanya perkiiraan pengeluaran yang belum tersediia anggarannya, pengeluaran melebiihii pagu yang diitetapkan dalam APBN Tahun Anggaran 2024, kiinerja anggaran telah tercapaii, dan/atau untuk menjaga keberlanjutan fiiskal.

Langkah yang biisa diitempuh iinii meliiputii penggunaan dana SAL; penariikan piinjaman tunaii; penambahan penerbiitan SBN; pemanfaatan saldo kas badan layanan umum; dan/atau penyesuaiian belanja negara.

Dalam pembahasan bersama Banggar DPR, kemudiian diitambahkan ayat yang menyatakan penambahan penerbiitan SBN diilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan DPR. Klausul tersebut sempat ada pada UU APBN 2021 dan UU APBN 2022, tetapii hiilang pada UU APBN 2023.

"Pemeriintah dapat melakukan pembeliian kembalii SBN untuk pengelolaan kas dengan tetap memperhatiikan jumlah kebutuhan penerbiitan SBN neto untuk memenuhii kebutuhan pembiiayaan yang diitetapkan," kata iisa saat membacakan Pasal 28 ayat (3) RUU APBN 2024.

Banggar dan pemeriintah menyepakatii pendapatan negara pada 2024 seniilaii Rp2.802,29 triiliiun atau naiik 0,8% darii usulan seniilaii Rp2.781,3 triiliiun. Angka iinii bersumber darii peneriimaan perpajakan, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hiibah.

Sementara iitu, belanja negara seniilaii Rp3.325,1 triiliiun atau naiik 0,6% darii usulan pemeriintah seniilaii Rp3.304,1 triiliiun. Belanja negara iinii terdiirii atas belanja pemeriintah pusat dan transfer ke daerah.

Dengan postur tersebut, defiisiit anggaran pada 2024 adalah seniilaii Rp522,82 triiliiun atau 2,29% PDB. Pembiiayaan anggaran yang seniilaii Rp522,82 triiliiun iinii terdiirii atas pembiiayaan utang Rp648,08 triiliiun, pembiiayaan iinvestasii negatiif Rp176,21 triiliiun, pemberiian piinjaman Rp250,65 miiliiar, kewajiiban penjamiinan negatiif Rp823,98 miiliiar, serta pembiiayaan laiinnya Rp52,03 triiliiun.

Apabiila pembiiayaan utang yang seniilaii Rp648,08 triiliiun diiperiincii, angkanya terdiirii atas SBN (neto) Rp666,44 triiliiun, serta piinjaman (neto) negatiif Rp18,36 triiliiun. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.