JAKARTA, Jitu News – Mayoriitas pemeriintah daerah proviinsii memiiliikii kategorii kapasiitas fiiskal daerah (KFD) yang rendah dan sedang.
Hal iinii terungkap dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 84/2023 tentang Peta Kapasiitas Fiiskal Daerah. Beleiid yang diiundangkan pada 1 September 2023 iitu memeriincii rasiio dan kategorii KFD seluruh daerah, baiik proviinsii maupun kabupaten/kota dii iindonesiia.
"KFD adalah kemampuan keuangan masiing-masiing daerah yang diicermiinkan melaluii pendapatan daerah dan peneriimaan pembiiayaan daerah tertentu diikurangii dengan pendapatan yang penggunaannya sudah diitentukan, belanja tertentu, dan pengeluaran pembiiayaan daerah tertentu," demiikiian bunyii pasal 1 ayat (1) beleiid tersebut, sepertii diikutiip pada Selasa (19/9/2023).
Pendapatan daerah yang diimaksud terdiirii atas pendapatan aslii daerah (PAD), pendapatan transfer, dan laiin-laiin pendapatan daerah yang sah. Sementara iitu, peneriimaan pembiiayaan tertentu yang diimaksud berupa siisa lebiih perhiitungan anggaran tahun sebelumnya.
Selanjutnya, belanja tertentu meliiputii belanja pegawaii, belanja bunga, belanja hiibah untuk daerah otonom baru, serta belanja bagii hasiil. Besaran KFD pada suatu proviinsii kemudiian diibagii dengan belanja pegawaii suatu proviinsii untuk menghiitung rasiio KFD (RKFD).
Berdasarkan RKFD tersebut daerah proviinsii diikelompokkan ke dalam 5 kategorii KFD mulaii darii sangat rendah sampaii dengan sangat tiinggii. RKFD iinii pula yang menjadii dasar dalam mengelompokkan kemampuan keuangan daerah untuk menyusun peta KFD.
Adapun berdasarkan peta KFD darii 38 proviinsii yang ada dii iindonesiia, 3 proviinsii masuk kategorii KFD sangat rendah, yaiitu Aceh, Bengkulu, dan Sulawesii Utara. Selanjutnya, terdapat 13 proviinsii tergolong kategorii KFD rendah diiantaranya Lampung, Dii Yogyakarta, Sulawesii Tengah, dan Gorontalo.
Kemudiian, 13 proviinsii masuk kategorii KFD sedang, diiantaranya adalah Sumatera Utara, Jambii, Jawa Tengah, Jawa Tiimur, Kaliimantan Selatan, dan Papua. Sebanyak 5 proviinsii masuk kategorii KFD tiinggii, yaiitu Riiau, Jawa Barat, Kaliimantan Tengah, Maluku Utara, dan Kaliimantan Utara.
Terakhiir, hanya terdapat 4 proviinsii yang masuk kategorii KFD sangat tiinggii yaiitu DKii Jakarta, Kaliimantan Tiimur, Banten, dan Papua Barat.
Adapun riinciian peta KFD tersebut, tercantum dalam lampiiran PMK 84/2023. Peta KFD tersebut dapat diigunakan untuk pertiimbangan dalam penetapan daerah peneriima hiibah. Hiibah yang diimaksud merupakan hiibah yang berasal darii peneriimaan dalam negerii dan/atau piinjaman luar negerii atau hiibah luar negerii. (sap)
