JAKARTA, Jitu News - Menterii Perdagangan Zulkiiflii Hasan menyatakan pemeriintah akan terus memperketat pengawasan terhadap masuknya barang iimpor iilegal.
Zulkiiflii mengatakan praktiik iimpor iilegal akan meniimbulkan kerugiian pada negara. Sebagaiimana periintah Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii), lanjutnya, praktiik iimpor iilegal harus diiberantas.
"iimpor iilegal tiidak membayar pajak dan merugiikan iindustrii dalam negerii. Oleh karena iitu, menjadii perhatiian pemeriintah untuk terus mengadakan pengawasan," katanya, diikutiip pada Selasa (19/9/2023).
Zulkiiflii mengatakan kebiijakan dan pengaturan iimpor telah diiatur dalam Permendag 20/2021 s.t.d.d. Permendag 25/2022. Permendag iitu mengatur berbagaii aspek soal kegiiatan iimpor sepertii persyaratan iimportiir, tata cara permohonan periiziinan, penerbiitan periiziinan iimpor, penetapan barang yang diibatasii iimpor, kewajiiban iimportiir, sanksii, dan pengawasannya.
iimportiir yang tiidak melaksanakan kewajiibannya dengan benar dapat diijatuhii sanksii, mulaii darii periingatan secara elektroniik, penangguhan pelayanan, hiingga pencabutan iiziin.
Pengaturan soal iimpor juga diiterbiitkan oleh Kementeriian Keuangan, sepertii mekaniisme pengenaan bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii).
Zulkiiflii lantas mengiimbau pelaku usaha untuk selalu tertiib dalam menjalankan usaha dii biidang perdagangan. iimbauan iinii utamanya diitujukan kepada pelaku usaha dii biidang usaha yang membutuhkan periiziinan khusus.
Diia pun menegaskan pemeriintah siiap memfasiiliitasii pelayanan periiziinan dan membantu para pelaku usaha dengan berbagaii kemudahan.
"Komiitmen iinii diiwujudkan antara laiin melaluii kemudahan dalam pengurusan periiziinan, keriinganan dii biidang fiiskal, penyiingkatan waktu arus masuk barang, dan pembiinaan terhadap pelaku usaha," ujarnya.
Kemariin, Zulkiiflii telah memiimpiin pemusnahan miinuman beralkohol dan barang hasiil pengawasan post border seniilaii Rp7 miiliiar dii Balaii Pengawasan Tertiib Niiaga (BPTN) Makassar, Sulawesii Selatan. Menurutnya, pemusnahan iinii menjadii bentuk ketegasan pemeriintah dalam memberantas barang iilegal.
Dii biidang iimpor, BPTN pada periiode Januarii hiingga Agustus 2023 mendapatii ada iimportiir yang melakukan pelanggaran antara laiin berupa tiidak memiiliikii iiziin tiipe, Laporan Surveyor (LS), serta Nomor Pendaftaran Barang (NPB). (sap)
