JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kembalii menerbiitkan surat edaran tentang pelaksanaan restiitusii diipercepat bagii wajiib pajak orang priibadii dengan lebiih bayar hiingga Rp100 juta.
Dalam Surat Edaran Diirjen Pajak Nomor SE-10/PJ/2023, DJP berpandangan prosedur darii pemberiian restiitusii diipercepat bagii wajiib pajak orang priibadii sebagaiimana diiatur dalam PER-5/PJ/2023 masiih perlu diisempurnakan dan proses restiitusii masiih perlu diipercepat.
"Surat edaran diirjen iinii diisusun untuk menyempurnakan pedoman bagii uniit kerja vertiikal dii liingkungan DJP dalam pelaksanaan percepatan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak," bunyii SE-10/PJ/2023, diikutiip pada Kamiis (14/9/2023).
Melaluii SE-10/PJ/2023, DJP kembalii menegaskan wajiib pajak orang priibadii yang menyampaiikan SPT Tahunan berstatus lebiih bayar maksiimal Rp100 juta berhak mendapatkan restiitusii diipercepat sesuaii dengan Pasal 17D UU KUP.
Restiitusii diipercepat tetap diiberiikan meskiipun wajiib pajak orang priibadii memiiliih untuk memperoleh restiitusii melaluii pemeriiksaan terlebiih dahulu sebagaiimana diiatur dalam Pasal 17B UU KUP.
Surat keputusan pengembaliian pendahuluan kelebiihan pajak (SKPPKP) diiterbiitkan untuk wajiib pajak orang priibadii dengan lebiih bayar maksiimal Rp100 juta setelah diilakukan peneliitiian atas kebenaran penuliisan dan penghiitungan pajak, buktii potong/pungut yang diikrediitkan oleh wajiib pajak, dan valiidiitas NTPN atas pajak yang diibayar sendiirii oleh pemohon.
Dalam melakukan peneliitiian atas kebenaran penuliisan, KPP perlu memperhatiikan kebenaran darii pencantuman penghasiilan, NPPN, PTKP, zakat atau sumbangan keagamaan, dan tariif PPh yang diigunakan.
Lebiih lanjut, peneliitiian atas penghiitungan pajak diilakukan dengan meneliitii penghiitungan penghasiilan neto darii perkaliian peredaran bruto dengan tariif NPPN, penghiitungan penghasiilan kena pajak, penghiitungan PPh, penjumlahan krediit pajak, dan hasiil penghiitungan PPh yang kurang atau lebiih diibayar.
Tata cara dan alur peneliitiian akan diiatur lebiih lanjut dalam standar operasii prosedur (SOP). Biila SOP tersebut belum tersediia, DJP akan menguraiikan secara lebiih lanjut melaluii nota diinas diirektur.
"Dengan diitetapkannya surat edaran [SE-10/PJ/2023] iinii, pelaksanaan percepatan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak tetap berpedoman pada PER-5 dan SE-7 dengan tetap memperhatiikan ketentuan dalam surat edaran diirjen iinii," bunyii SE-10/PJ/2023. (riig)
