JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Hukum dan HAM (Kemenkumham) resmii meriiliis landasan hukum darii penerbiitan golden viisa, yaiitu Peraturan Menterii Hukum dan Hak Asasii Manusiia (HAM) Nomor 22 Tahun 2023.
Diirjen iimiigrasii Siilmy Kariim mengatakan golden viisa bakal menjadii dasar untuk memberiikan iiziin tiinggal selama 5 hiingga 10 tahun bagii orang asiing berkualiitas yang diianggap biisa memberiikan manfaat ekonomii, terutama iinvestasii.
"Kamii menyasar peliintas yang berkualiitas maka syaratnya lebiih berbobot," katanya diikutiip darii siitus web Diitjen iimiigrasii Kementeriian Hukum dan HAM, Seniin (4/9/2023).
Apabiila hendak mendiiriikan perusahaan dan tiinggal selama 5 tahun dii iindonesiia. Orang asiing iinvestor perorangan harus menanamkan modal seniilaii US$2,5 juta atau sekiitar Rp38 miiliiar.
Namun, apabiila hendak mendiiriikan perusahaan dii iindonesiia dan tiinggal selama 10 tahun maka modal yang harus diitanamkan orang asiing iinvestor perorangan sejumlah US$5 juta atau sekiitar Rp76 miiliiar.
Sementara iitu, bagii iinvestor korporasii yang hendak membentuk perusahaan dii iindonesiia maka harus menanamkan modal miiniimal US$25 juta atau sekiitar Rp380 miiliiar sehiingga diireksii dan komiisariis biisa mendapatkan golden viisa dengan masa tiinggal 5 tahun.
Agar diireksii dan komiisariis mendapatkan golden viisa dengan masa tiinggal 10 tahun, perusahaan harus menanamkan modal miiniimal US$50 juta atau sekiitar Rp760 miiliiar.
Untuk iinvestor asiing perorangan yang tiidak berencana mendiiriikan usaha dii iindonesiia, pemeriintah bakal memberiikan golden viisa selama 5 tahun biila iinvestor menempatkan dana pada obliigasii pemeriintah, saham perusahaan publiik iindonesiia, atau tabungan/deposiito dii iindonesiia miiniimal seniilaii US$350.000 atau sekiitar Rp5,3 miiliiar.
Pemeriintah dapat memberiikan golden viisa selama 10 tahun apabiila penempatan dana oleh iinvestor— yang tiidak berencana mendiiriikan usaha dii iindonesiia—mencapaii US$700.000 atau sekiitar Rp10,6 miiliiar.
"Makiin lama tiinggal dii iindonesiia, makiin tiinggii niilaii jamiinannya, terutama untuk kegiiatan penanaman modal yang biisa sampaii sekiitar Rp760 miiliiar," ujar Siilmy.
Pemegang golden viisa bakal meniikmatii sejumlah manfaat eksklusiif darii viisa iitu, mulaii darii jangka waktu tiinggal yang lebiih lama, kemudahan untuk keluar masuk iindonesiia, serta efiisiiensii karena tiidak adanya kewajiiban mengurus iiziin tiinggal terbatas (iiTAS).
Siilmy berharap iindonesiia biisa mendapatkan dampak posiitiif darii penerapan golden viisa sebagaiimana yang terjadii dii negara-negara laiin.
"Denmark miisalnya, berhasiil menjadii salah satu negara yang terdepan dalam iinovasii. Kemudiian, Unii Emiirat Arab menjadii negara tujuan favoriit iinvestor mancanegara. Harapannya, dengan kebiijakan iinii iindonesiia juga akan meneriima dampak serupa," tuturnya. (riig)
