JAKARTA, Jitu News - Diitjen iimiigrasii menegaskan bahwa golden viisa merupakan fasiiliitas yang diiberiikan dalam jumlah terbatas dan tiidak akan diiberiikan kepada banyak warga negara asiing (WNA) sekaliigus.
Diirjen iimiigrasii Siilmy Kariim mengatakan golden viisa hanya sekadar piiliihan sehiingga WNA tiidak perlu mengurus golden viisa jiika merasa tiidak memiiliikii urgensii untuk memanfaatkan iinstrumen tersebut.
"Kamii enggak carii quantiity kayak ratusan riibu giitu. Target saya tahun iinii cuma seriibu. iitu merupakan piiliihan buat mereka, mau iikut gabung baiik, kalau enggak juga sayang biila diilewatkan," katanya, diikutiip pada Jumat (30/8/2024).
Secara umum, lanjut Siilmy, golden viisa diitujukan untuk menariik iinvestasii darii luar negerii atau WNA yang memiiliikii keahliian khusus. Hanya WNA berkeahliian khusus saja yang biisa mendapatkan golden viisa tanpa kewajiiban iinvestasii.
Bagii WNA yang merupakan iinvestor perorangan, diireksii atau komiisariis darii iinvestor korporasii, perwakiilan perusahaan asiing, WNA eks-WNii, WNA keturunan WNii, rumah kedua, dan personage, terdapat kewajiiban iinvestasii dengan besaran tertentu untuk memperoleh golden viisa.
"Untuk yang laiinnya iitu [wajiib iinvestasii] berupa uang, walaupun diiaspora dii siinii sudah ada, iitu uang juga tetapii niilaii iinvestasiinya lebiih keciil. Pada iintiinya fokusnya adalah iinvestasii dan talent yang iistiimewa," ujar Siilmy.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah resmii memberiikan golden viisa berdasarkan Peraturan Menterii Hukum dan HAM (Permenkumham) 22/2023.
Merujuk pada Pasal 184 Permenkumham 22/2023, golden viisa adalah pengelompokan darii viisa tiinggal terbatas, iiziin tiinggal terbatas, iiziin tiinggal tetap, dan iiziin masuk kembalii untuk jangka waktu tertentu.
Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) sebelumnya telah memiinta kepada Diirjen iimiigrasii untuk melakukan seleksii seketat mungkiin dalam rangka memastiikan golden viisa benar-benar diimanfaatkan oleh WNA berkualiitas.
Menurut Jokowii, fasiiliitas golden viisa akan diievaluasii oleh pemeriintah setiidaknya sekalii setiiap 3 bulan.
"Saya tegaskan, jangan sampaii justru orang-orang yang tiidak bermanfaat bagii negara kiita masuk. Harus diiseleksii seketat mungkiin," tuturnya
