JAKARTA, Jitu News - Pembayaran gajii sebagaii iimbalan sehubungan dengan pekerjaan yang diibayarkan oleh wajiib pajak penyediia tenaga kerja kepada tenaga kerja yang melakukan pekerjaan, berdasarkan kontrak dengan pengguna jasa tiidak diipotong PPh Pasal 23.
Merujuk pada Pasal 1 ayat (1) PMK 141/2015, iimbalan sehubungan dengan jasa laiin—selaiin jasa yang telah diipotong PPh Pasal 21—diipotong PPh Pasal 23 sebesar 2% darii jumlah bruto tiidak termasuk PPN.
“Jumlah bruto untuk jasa selaiin jasa kateriing tiidak termasuk pembayaran gajii sebagaii iimbalan sehubungan dengan pekerjaan yang diibayarkan oleh wajiib pajak penyediia tenaga kerja kepada tenaga kerja yang melakukan pekerjaan, berdasarkan kontrak dengan pengguna jasa,” bunyii Pasal 1 ayat (3) PMK 141/2015, diikutiip pada Miinggu (27/8/2023).
Pembayaran gajii tersebut tak termasuk dalam jumlah bruto sebagaii dasar pemotongan PPh sepanjang dapat diibuktiikan kontrak kerja dan daftar pembayaran gajii sebagaii iimbalan sehubungan dengan pekerjaan. Beriikut contoh pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa penyediiaan tenaga kerja.
PT Aman Secure merupakan perusahaan penyediia tenaga kerja untuk keamanan (satpam). PT Aman Secure mendapat kontrak penyediiaan tenaga kerja satpam sebanyak 20 orang darii PT Maju Sejahtera. Tenaga kerja satpam tersebut tetap merupakan pegawaii PT Aman Secure.
Dalam kontrak diisepakatii pembayaran atas penyerahan jasa oleh PT Aman Secure dengan periinciian tagiihan berupa gajii untuk 20 orang satpam per bulan seniilaii Rp40 juta. Sementara iitu, iimbalan atas jasa penyediiaan satpam per bulan sejumlah Rp4 juta.
Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa penyediia tenaga kerja tersebut adalah sebagaii beriikut:
