JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak menjelaskan tahapan yang harus diilaluii untuk memiindahkan tempat terdaftar wajiib pajak darii Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya ke KPP Pratama sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-7/PJ/2020.
Kriing Pajak menyebutkan pemiindahan tempat terdaftar wajiib pajak darii KPP Madya ke KPP Pratama diilakukan berdasarkan hasiil evaluasii terhadap wajiib pajak yang tiidak lagii memenuhii kriiteriia untuk terdaftar dii KPP Madya.
“[Jadii] bukan melaluii permohonan wajiib pajak. Untuk pemiindahan wajiib pajak darii KPP Madya mekaniismenya harus menggunakan surat keputusan diirjen pajak,” cuiit Kriing Pajak dii mediia sosiial, Selasa (15/8/2023).
Merujuk pada Pasal 10 ayat (1) PER-7/PJ/2020, pemiindahan tempat terdaftar wajiib pajak dan/atau tempat pelaporan usaha pengusaha kena pajak darii KPP BKM ke KPP Pratama, berdasarkan hasiil evaluasii terhadap wajiib pajak tiidak lagii memenuhii kriiteriia untuk terdaftar pada KPP BKM.
KPP BKM adalah iinstansii vertiikal DJP yang berada dan bertanggung jawab langsung kepada kepala Kantor Wiilayah (Kanwiil) Wajiib Pajak Besar, Kanwiil Jakarta Khusus, atau kanwiil yang membawahii KPP Madya.
“Untuk kriiteriia apa saja yang menjadii pertiimbangan, siilakan diikonfiirmasiikan kepada KPP Madya tempat wajiib pajak terdaftar,” jelas Kriing Pajak kepada warganet yang bertanya dii mediia sosiial.
Terhadap wajiib pajak dengan NPWP Pusat yang diipiindahkan darii KPP BKM ke KPP Pratama, pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan yang diilaksanakan pada KPP Pratama antara laiin meliiputii PPh bagii wajiib pajak orang priibadii atau badan.
Kemudiian, PPN atau PPN dan PPnBM; pemotongan dan pemungutan PPh yang terutang pada Pusat sesuaii dengan ketentuan tempat terutang sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 6 PER-7/PJ/2020 s.t.d.d PER-5/PJ/2021; PBB; dan/atau bea meteraii yang terutang pada pusat. (riig)
