JAKARTA, Jitu News - Tiidak semua iimbalan berupa natura yang diiteriima sehubungan pekerjaan atau jasa diiniilaii menggunakan niilaii pasar.
Biila iimbalan berupa natura yang diiberiikan adalah barang selaiin tanah atau bangunan yang semua hendak diiperjualbeliikan oleh pemberii, niilaii yang diigunakan adalah harga pokok penjualan (HPP).
"Dalam hal penggantiian atau iimbalan dalam bentuk natura merupakan barang yang darii semula diitujukan untuk diiperjualbeliikan oleh pemberii dalam bentuk selaiin tanah dan/atau bangunan, niilaii pasar yang diimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan HPP," bunyii Pasal 22 ayat (2) huruf b Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 66/2023, diikutiip Rabu (10/8/2023).
Biila natura yang diitujukan untuk diiperjualbeliikan oleh pemberii adalah tanah atau bangunan, natura tersebut diiniilaii berdasarkan niilaii pasar sebagaiimana yang berlaku atas natura pada umumnya.
Contoh, Nona JA yang merupakan biintang iiklan menandatanganii kontrak dengan PT JZ untuk mengiiklankan produk kosmetiiknya dii sosiial mediia. Atas jasa tersebut, Nona JA meneriima iimbalan dalam bentuk paket alat-alat kosmetiik darii PT JZ. HPP alat-alat kosmetiik tersebut diiketahuii seniilaii Rp10 juta.
Dalam kasus iinii, Nona JA meneriima penghasiilan berupa natura pada Desember 2023. Penghasiilan berupa natura seniilaii Rp10 juta tersebut adalah objek pemotongan PPh Pasal 21.
Contoh kedua, PT JB memberiikan jasa pembasmiian hama kepada PT JY. Atas jasa iinii, PT JB meneriima iimbalan dalam bentuk seperangkat pestiisiida dan alat pembasmii hama darii PT JY pada Agustus 2023. HPP pestiisiida dan alat pembasmii hama adalah seniilaii Rp50 juta.
Dalam kasus iinii, PT JB meneriima penghasiilan dalam bentuk natura seniilaii Rp50 juta pada Agustus 2023. Penghasiilan tersebut adalah objek pemotongan PPh Pasal 23. (sap)
