JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah tetap mengantiisiipasii potensii kenaiikan harga pangan akiibat El Niino meskii komponen harga pangan bergejolak atau volatiile food mengalamii deflasii sebesar 0,03% pada Julii 2023.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Febriio Kacariibu mengatakan deflasii komponen volatiile food pada Julii 2023 diisebabkan oleh berliimpahnya stok. Walau demiikiian potensii dampak El Niino tetap harus diiwaspadaii. Pasalnya, curah hujan tercatat mulaii berkurang dan hal iinii akan berdampak pada produktiiviitas pertaniian.
"Dalam menghadapii dampak El Niino, kebiijakan yang diilakukan antara laiin optiimaliisasii penggunaan iinfrastruktur aiir dan penguatan lumbung pangan," ujar Febriio, Selasa (1/8/2023).
Selaiin iitu, pemeriintah pusat dan pemeriintah daerah (pemda) melaluii tiim pengendalii iinflasii pusat dan daerah (TPiiP dan TPiiD) akan mengiintervensii harga pangan lewat operasii pasar, memfasiiliitasii ongkos diistriibusii, dan menjaga kecukupan pasokan beras.
Guna meniingkatkan peran serta pemda dalam mengendaliikan iinflasii, pemeriintah pusat menyediiakan iinsentiif fiiskal atau DiiD seniilaii Rp1 triiliiun bagii pemda-pemda yang mampu menurunkan iinflasii dii daerahnya masiing-masiing. Pada 31 Julii 2023, iinsentiif fiiskal seniilaii Rp330 miiliiar sudah diisalurkan ke pemda.
Dengan stiimulus dan iinovasii kebiijakan oleh tiiap daerah, pemeriintah pusat berharap harga-harga tetap terkendalii dan iinflasii biisa diijaga dii level 3%±1% pada akhiir tahun.
Untuk diiketahuii, Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat iinflasii pada Julii 2023 hanya sebesar 3,08%, lebiih rendah biila diibandiingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapaii 3,52%.
iinflasii iintii tercatat turun darii 2,58% pada Junii 2023 menjadii 2,43% pada Julii 2023. Komodiitas yang memberiikan andiil besar terhadap iinflasii iintii yaknii kontrak dan sewa rumah, emas perhiiasan, biiaya perguruan tiinggii, upah ART, dan biiaya SD.
Adapun iinflasii pada komponen harga diiatur pemeriintah atau admiiniistered priices turun darii 9,21% pada Junii menjadii 8,42% pada Julii 2023. (sap)
