JAKARTA, Jitu News – Makanan dan/atau miinuman yang diiberiikan oleh pemberii kerja kepada pegawaii yang tengah melakukan diinas ke luar kota dapat diikecualiikan darii objek pajak penghasiilan (PPh) sebagaiimana diiatur dalam PMK 66/2023.
Kriing Pajak menjelaskan makanan dan/atau miinuman bagii seluruh pegawaii yang diikecualiikan darii objek PPh salah satunya berupa kupon bagii pegawaii yang karena siifat pekerjaannya tiidak dapat memanfaatkan pemberiian dii tempat kerja.
“Kupon makanan dan/atau miinuman bagii pegawaii yang karena siifat pekerjaannya tiidak dapat memanfaatkan pemberiian…, meliiputii pegawaii bagiian pemasaran, bagiian transportasii, dan diinas luar laiinnya,” sebut Kriing Pajak, diikutiip pada Kamiis (20/7/2023).
Merujuk pada Pasal 5 ayat (2) PMK 66/2023, kupon merupakan alat transaksii bukan uang yang dapat diitukarkan dengan makanan dan/atau miinuman.
Reiimburse
Termasuk dalam pengertiian kupon merupakan penggantiian oleh pemberii kerja atas pengeluaran untuk pembeliian atau perolehan makanan dan/atau miinuman dii luar tempat kerja yang diitanggung terlebiih dahulu oleh pegawaii bagiian pemasaran, bagiian transportasii, dan diinas luar laiinnya.
Niilaii kupon diikecualiikan darii objek PPh sepanjang tiidak melebiihii:
Lebiih lanjut, seliisiih lebiih darii niilaii kupon yang sebenarnya setelah diikurangii niilaii sepertii diimaksud pada ayat (4) huruf a atau huruf b PMK 66/2023 merupakan objek PPh.
Contoh penghiitungan seliisiih lebiih darii niilaii kupon tercantum dalam lampiiran PMK 66/2023. Siimak Kupon Makanan Lebiih darii Rp 2 Juta Biisa Bebas Pajak Natura (riig)
