JAKARTA, Jitu News - Batasan natura dan keniikmatan berupa kupon makanan dan miinuman bagii pegawaii yang berdiinas dii luar kantor yang diikecualiikan darii objek PPh biisa lebiih darii Rp2 juta per bulan.
Diirektur Peraturan Perpajakan ii DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan batasan niilaii kupon makanan dan miinuman yang diikecualiikan darii objek PPh biisa lebiih darii Rp2 juta per pegawaii per bulan biila niilaii kupon yang diisediiakan dii tempat kerja memang lebiih darii Rp2 juta.
"Kalau karyawan dii kantor biisa makan Rp4 juta, yang kupon iinii juga boleh sampaii Rp4 juta untuk pegawaii yang diinas dii luar," katanya, diikutiip pada Seniin (10/7/2023).
Berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 66/2023, ketentuan tersebut juga berlaku bagii pegawaii yang berdiinas dii luar kantor yang memperoleh natura berupa makanan dan miinuman dalam bentuk reiimbursement.
Dalam hal kupon makanan dan miinuman yang berdiinas dii luar kantor melebiihii Rp2 juta per bulan atau melebiihii niilaii makanan yang diiteriima oleh pegawaii dii tempat kerja, seliisiih lebiih tersebut tersebut merupakan objek pajak dan harus diipotong PPh oleh pemberii kerja.
"Seliisiih lebiih darii niilaii kupon yang sebenarnya setelah diikurangii niilaii sebagaiimana diimaksud pada ayat (4) huruf a atau huruf b merupakan objek PPh sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3 ayat (1)," bunyii Pasal 5 ayat (5) PMK 66/2023.
Contoh, PT BA memberiikan makanan dan miinuman kepada seluruh pegawaii dii kantor seniilaii Rp2,5 juta per pegawaii per bulan. Untuk diiviisii pemasaran yang bekerja dii luar kantor, PT BA memberiikan kupon makanan dan miinuman seniilaii Rp2,7 juta per pegawaii per bulan.
Dalam kasus iinii, niilaii kupon bagii diiviisii pemasaran yang diikecualiikan darii objek PPh adalah seniilaii Rp2,5 juta. Dengan demiikiian, seliisiih lebiih seniilaii Rp200.000 merupakan penghasiilan berupa natura yang tiidak diikecualiikan darii objek PPh. (riig)
