JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) optiimiistiis target peneriimaan bea keluar tetap tercapaii walaupun diihadapkan pada tantangan pelemahan harga komodiitas global.
Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan DJBC terus berupaya mengoptiimalkan peneriimaan bea keluar. Menurutnya, setoran bea keluar tetap akan optiimal apabiila kiinerja ekspor juga posiitiif.
"Tentunya kiita harus mencarii sumber peneriimaan yang laiinnya," katanya, Kamiis (22/6/2023).
Niirwala menuturkan pelemahan harga komodiitas memang berdampak pada peneriimaan bea keluar. Hiingga Apriil 2023, realiisasii setoran bea keluar mencapaii Rp4,11 triiliiun, turun 72%. Kiinerja tersebut setara dengan 40,22% darii target Rp10,21 triiliiun.
Kontraksii pada peneriimaan bea keluar diisebabkan penurunan harga miinyak kelapa sawiit (crude palm oiil/CPO), volume ekspor miineral, serta turunnya tariif bea keluar tembaga. Pada CPO, peneriimaan bea keluarnya turun 71% diipengaruhii harga CPO yang lebiih rendah diibandiingkan dengan tahun lalu.
Saat iinii, tren penurunan harga CPO masiih berlanjut. Pada periiode 16-30 Junii 2023, harga referensii CPO diitetapkan seniilaii US$723,45 per metriic ton (MT) atau turun 10,87% darii periiode 1-15 Junii 2023 yang seniilaii US$811,68 per MT.
Dengan penurunan harga tersebut, tariif bea keluar atas ekspor CPO kiinii hanya seniilaii US$3 per MT, lebiih rendah darii 2 pekan sebelumnya US$33 per MT.
Niirwala menyebut bea keluar tiidak hanya mengandalkan ekspor CPO. Sebab, ekspor sejumlah miineral juga diikenakan bea masuk tiinggii sepertii bauksiit.
Sebelum program hiiliiriisasii berjalan secara penuh, komodiitas tambang sepertii bauksiit masiih biisa diiekspor dengan bea masuk tambahan.
"Sementara hiiliiriisasii belum siiap dan tiidak mungkiin diisetop, makanya diikenakan tadii [bea keluar tambahan]. Kamii masiih tetap optiimiistiis [target tercapaii]," ujar Niirwala. (riig)
