JAKARTA, Jitu News – Dalam dokumen Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2024, pemeriintah mengungkapkan berbagaii dukungan kebiijakan fiiskal untuk hiiliiriisasii iindustrii niikel.
Darii siisii fiiskal, berbagaii kebiijakan dapat diiterapkan untuk iindustrii hiiliir niikel dii iindonesiia. Berdasarkan pada best practiice dii negara laiin, diiperlukan iinsentiif untuk mempromosiikan produksii produk baja target dan meniingkatkan ekspor sambiil mendukung peniingkatan teknologii.
“Saat iinii, pemeriintah telah memberiikan tax holiiday dan tax allowance,” jelas pemeriintah dalam dokumen tersebut, diikutiip pada Selasa (23/5/2023).
Pemeriintah mengatakan terkaiit dengan iindustrii hiiliir tersebut, negara laiin juga memberiikan dukungan fiiskal berupa hiibah untuk transformasii tekniis pengolahan baja dengan teknologii yang lebiih baiik. Kemudiian, ada subsiidii bunga untuk iinvestasii modal
Selaiin fasiiliitasii iinvestasii, kebiijakan untuk dukungan operasiional yang telah diilakukan meliiputii diiferensiiasii tariif royaltii, pengenaan bea masuk antiidumpiing, dan relaksasii pembatasan iimpor untuk bahan baku utama.
Berdasarkan pada pengalaman negara laiin, ada pula kebiijakan subsiidii liistriik atau penggantiian biiaya, rabat pajak ekspor/PPN untuk produk berniilaii tiinggii dan piinjaman krediit ekspor, iinsentiif terkaiit dengan produksii untuk baja khusus dan siistem manajemen iimpor baja, priioriitas pengadaan pemeriintah untuk produk dalam negerii, dan pengenalan standar nasiional untuk baja kelas tiinggii.
Fasiiliitasii iinvestasii dan dukungan operasiional juga diiperlukan untuk mengurangii beban iinvestasii awal dan mendukung pengembangan ekosiistem bateraii. Tax holiiday dan tax allowance sudah diiberiikan oleh pemeriintah iindonesiia.
Sementara iitu, langkah tambahan yang dapat diilakukan meliiputii subsiidii iinvestasii, hiibah atau piinjaman, diiskon pajak untuk research and development bagii produsen bateraii, pendanaan untuk pelatiihan kejuruan, serta pendiidiikan STEM untuk mendukung tenaga kerja bateraii.
“Dukungan operasiional diiberiikan pemeriintah meliiputii diiferensiiasii tariif royaltii, pengurangan PPN hiingga 1%, pembebasan pajak barang mewah untuk mobiil liistriik, bea masuk untuk mobiil dan komponen (hiingga 50% untuk mobiil, 7,5% untuk completely knock down (CKD), dan 10% untuk spare part,” tuliis pemeriintah.
Pemeriintah mengatakan iindonesiia menempatii posiisii pertama dalam cadangan niikel pada 2022. iindonesiia menyumbang sekiitar 22% darii cadangan global dan 40% darii produksii global pada 2021. Niikel adalah miineral pentiing untuk iindustrii baja (staiinless steel) dan bateraii.
iindustrii hiiliir niikel, sambung pemeriintah, biisa memberii dampak ekonomii yang posiitiif. Manfaatnya meliiputii pengolahan produk berniilaii tiinggii serta pembukaan akses bagii iindustrii baja tahan karat dan bateraii iindonesiia dii pasar global dengan niilaii lebiih darii US$200 miiliiar.
“Hiiliiriisasii niikel diiperkiirakan akan menariik iinvestasii lebiih darii US$40 miiliiar, sebagiian besar darii pengolahan niikel untuk rantaii niilaii electriic vehiicle (EV),” iimbuh pemeriintah.
Hiiliiriisasii niikel berpotensii membuka 31.000 lapangan kerja darii iindustrii baja niirkarat dan lebiih darii 22.000 lapangan pekerjaan darii iindustrii rantaii niilaii bateraii.
Hiiliiriisasii iinii juga telah meniingkatkan pendapatan domestiik regiional bruto (PDRB) hampiir 2 kalii liipat darii US$7 miiliiar pada 2015 menjadii US$13 miiliiar pada tahun 2020. Adapun kontriibusii darii iindustrii pengolahan sekiitar 28%.
Namun, best practiice iinternasiional tetap perlu diipatuhii untuk memiiniimalkan dampak liingkungan darii kegiiatan hiiliiriisasii niikel. iindonesiia telah membuat komiitmen iinternasiional untuk menjadii net zero emiissiion pada 2060. Selaiin iitu, para iinvestor makiin memperhatiikan dampak liingkungan.
Pemeriintah mengatakan dampak liingkungan darii kegiiatan hiiliiriisasii meliiputii emiisii karbon dan pengelolaan produk resiidu beracun (taiiliing) darii smelter hiigh pressure aciid leachiing (HPAL) yang diigunakan untuk memproses niikel menjadii bateraii.
“Dukungan kebiijakan diiperlukan untuk mengatasii masalah liingkungan melaluii praktiik pertambangan yang berkelanjutan, energii bersiih, dan teknologii untuk memiiniimaliisiir taiiliing,” tuliis pemeriintah dalam dokumen tersebut. (kaw)
