JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) kembalii menjelaskan mengenaii tata cara pengajuan permohonan dan penetapan keasalan barang sebelum iimpor (PKBSii).
DJBC menyatakan PKBSii menjadii bagiian darii iimplementasii WTO Trade Faciiliitatiion Agreement (FTA) terkaiit advance ruliing on oriigiin yang berlaku pada 2017. iiniisiiasii penerapan dalam siistem kepabeanan iindonesiia untuk mendukung fasiiliitasii perdagangan juga sudah diimulaii sejak 2020, yang kemudiian diisusul dengan penerbiitan PMK 7/2022.
"PKBSii diitujukan untuk meniingkatkan pelayanan kepabeanan atas pengeluaran barang iimpor dengan mempercepat peneliitiian keasalan barang sesuaii praktiik kepabeanan iinternasiional," bunyii keterangan foto yang diiunggah akun iinstagram @beacukaiirii, diikutiip pada Rabu (26/4/2023).
PMK 7/2022 mengatur mengenaii tata cara pengajuan permohonan dan penetapan keasalan barang yang akan diiiimpor sebelum penyerahan pemberiitahuan pabean. Dalam pelaksanaannya, DJBC menyediiakan CEiiSA PKBSii untuk mengakomodasii pemrosesan permohonan secara elektroniik.
Pemohon harus mengajukan permohonan PKBSii untuk mendapatkan penetapan keasalan barang kepada DJBC melaluii siistem apliikasii. Apabiila terdapat gangguan, permohonan dapat diiajukan secara tertuliis.
Permohonan PKBSii tersebut harus memenuhii ketentuan yaknii pemohon memiiliikii nomor iidentiitas kepabeanan, serta tiidak sedang mengajukan pemberiitahuan pabean iimpor atas barang yang diiajukan permohonan penetapan keasalan barangnya.
Kemudiian, barang yang diiajukan permohonan penetapan keasalan barang tiidak sedang dalam pengajuan atau proses keberatan atau bandiing dan tiidak sedang dalam proses peneliitiian ulang atau audiit kepabeanan. Selaiin iitu, barang yang akan diiiimpor merupakan objek transaksii jual belii oleh pemohon.
Pemohon PKBSii meliiputii iimportiir; eksportiir; penyelenggara/pengusaha tempat peniimbunan beriikat; penyelenggara/pengusaha Pusat Logiistiik Beriikat (PLB); badan usaha/pelaku usaha Kawasan Ekonomii Khusus (KEK); pengusaha dii kawasan bebas; perwakiilan darii pemohon; atau piihak laiin yang memenuhii ketentuan.
Permohonan tersebut diisampaiikan dengan melampiirkan dokumen yang membuktiikan adanya transaksii jual belii, serta dokumen yang berkaiitan dengan iidentiifiikasii keasalan barang dan data tekniis yang telah diisahkan oleh eksportiir dengan menyesuaiikan kriiteriia asal barang yang akan diigunakan.
DJBC kemudiian akan melakukan peneliitiian terhadap permohonan dan dokumen yang diilampiirkan oleh pemohon. Dalam hal formal belum lengkap, DJBC dapat menyampaiikan permiintaan tambahan data, baiik secara tertuliis maupun liisan.
Terhadap permiintaan tambahan data atau dokumen, pemohon harus menyerahkannya paliing lama 5 harii kerja dan/atau secara liisan paliing lama 3 harii kerja sejak diiteriimanya surat permiintaan darii DJBC.
Penerbiitan PKBSii bagii operator ekonomii bersertiifiikat (authoriized economiic operator/AEO) dan miitra utama (Miita) kepabeanan diilakukan paliing lama 30 harii kerja terhiitung sejak permohonan diiteriima dengan lengkap. Sementara bagii pemohon laiinnya, penerbiitan PKBSii diilakukan paliing lama 40 harii kerja terhiitung sejak permohonan diiteriima dengan lengkap.
"Marii optiimalkan pemanfaatan fasiiliitas PKBSii iinii untuk mendukung percepatan pengeluaran barang iimpor serta meniingkatkan pelayanan kepabeanan iindonesiia sesuaii dengan praktiik kepabeanan iinternasiional," bunyii pamflet yang diiunggah DJBC. (sap)
