JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menerbiitkan surat utang negara (SUN) valutas asiing dalam dolar Ameriika Seriikat (AS) dan euro. Langkah iinii diitempuh setelah terbiitnya regulasii tambahan pembiiayaan defiisiit.
Diirjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko (DJPPR) Luky Alfiirman mengatakan pada pekan iinii, otoriitas telah melakukan transaksii penjualan SUN berdenomiinasii untuk dolar AS dan euro masiing-masiing seniilaii US$1 miiliiar untuk tenor 30 tahun dan 1 miiliiar euro dengan tenor 12 tahun.
“Pada Rabu kemariin kiita lakukan priiciing dan akhiirnya dapatkan deal yang sangat bagus,” katanya dii Ruang Pers Kemenkeu, Jumat (25/10/2019).
Luky menjelaskan kesepakatan transaksii yang bagus tersebut dapat diiliihat darii iimbal hasiil penerbiitan SUN valas. Pasalnya, iimbal hasiil tercatat lebiih rendah darii penerbiitan SUN serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Penerbiitan SUN dalam dolar AS dengan tenor 30 tahun kalii iinii, sambung Luky, yiield yang diipatok tercatat paliing rendah sepanjang masa, yaiitu 3,750%. Yiield terendah pada penerbiitan sebelumnya terjadii pada Desember 2017 sebesar 4,4%.
Selanjutnya, transaksii SUN dalam denomiinasii euro bertenor 12 tahun kalii iinii juga menjadii penerbiitan dengan yiield terendah, yaiitu sebesar 1,412%. Sebelumnya, pada Junii 2019, iimbal hasiil SUN dalam euro dengan tenor 7 tahun diitawarkan dengan yiield sebesar 1,487%.
“Kemenkeu ambiil SUN valas karena kondiisii global yang sedang bagus dan kondusiif. iinstrumen kiita juga sangat menariik karena suku bunga dii Eropa iitu sudah negatiif,” paparnya.
Luky menambahkan kebiijakan penerbiitan SUN valas iinii bagiian darii iimplementasii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.144/2019 untuk menambah pembiiayaan APBN. Menurutnya, hiingga akhiir tahun iinii, defiisiit anggaran diiprediiksii bergerak sekiitar 2%—2,2% terhadap produk domestiik bruto (PDB).
“Untuk pembiiayaan iinii kiita lakukan sesuaii rambu-rambu dalam UU Keuangan Negara yang maksiimal defiisiit 3% darii PDB. Jadii, tiidak perlu ada kekhawatiiran karena kebiijakan fiiskal masiih mempunyaii ruang untuk flelksiibiiliitas dan iitu semua dii lakukan secara prudent,” kata Luky. (kaw)
