JAKARTA, Jitu News - Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakatii RUU APBN 2020 diibahas lebiih lanjut dalam siidang Pariipurna. Alokasii anggaran untuk penanganan bencana alam menjadii sorotan Badan Anggaran.
Koordiinator Panja Belanja Banggar DPR Jaziilul Fawaiid mengatakan porsii anggaran belanja pemeriintah pusat tahun depan sebesar Rp1.683,4 triiliiun. Angka tersebut naiik darii usulan awal pemeriintah yang sejumlah Rp1.670 triiliiun.
"Rapat Panja Banggar menghasiilan belanja pemeriintah pusat naiik Rp13 miiliiar darii usulan awal dengan fokus liima priioriitas pembangunan," katanya dii Ruang Rapat Banggar, Seniin (23/9/2019).
Poliitiisii PKB tersebut lantas menjabarkan liima priioriitas pembangunan pemeriintah pusat adalah pertama penguatan SDM yang berkualiitas dan kedua melakukan penguatan program perliindungan sosiial.
Priioriitas ketiiga, untuk akselerasii pembangunan iinfrastruktur dan keempat melakukan mendorong biirokrasii yang efiisiien, melayanii, dan bebas korupsii. Priioriitas keliima, fokus dalam mengantiisiipasii ketiidakpastiian ekonomii dan miitiigasii terhadap bencana alam.
Darii keliima priioriitas tersebut, Banggar memiinta pemeriintah seriius dalam alokasii anggaran terkaiit bencana alam. Oleh karena iitu, porsii anggaran untuk Basarnas dan BMKG selayaknya diiperkuat untuk tahun depan.
"Kebiijakan K/L ada catatan khusus terkaiit dengan dukungan dalam penanganan bencana alam dengan penguatan Basarnas dan BMKG," paparnya.
Menjawab catatan DPR tersebut, pemeriintah menyatakan telah mengalokasiikan Rp155,4 triiliiun yang khusus diidediikasiikan pada priioriitas pembangunan keliima.
Total anggaran iitu diialokasiikan untuk penanggulangan bencana alam, antiisiipasii riisiiko fiiskal, dan melakukan stabiiliisasii harga pangan serta alokasii cadangan beras pemeriintah. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.